"Stel, kami akan mengadakan kunjungan ke distrik akar. Bisakah kau menjaga Shea? Di sana tidak terlalu aman. Lagipula aku tidak nyaman kalau menitipkan Shea pada anggota kerajaan yang lain." tanya Ratu sambil memakai jubahnya. Wanita yang dipanggil Stel itu mengangguk, tentu saja, Yang Mulia. Dia menggendong Shea.
"Tidak bisakah kau berhenti memanggilku 'Yang Mulia'? Kita kan teman. Lagipula tak ada orang disini." Katanya sambil mencium pipi Shea yang berada di gendongan Stel, mama pergi sebentar, ya. Bermainlah dengan bibi Stel.
"Lalu aku harus memanggilmu Lia? Bagaimana kalau aku keceplosan? Bisa-bisa aku diusir oleh penduduk." sungutnya. Ratu tergelak, teringat sesuatu, dimana Lee?
"Entahlah, sepertinya dia masih merengek minta pedang pada papanya." Katanya sambil berjalan keluar rumah, melewati penduduk yang sibuk memasak. Yah, saat itu belum ada kastil. Keluarga kerajaan masih tinggal di distrik daun. Ada distrik khusus untuk keluarga kerajaan. Di lorong, mereka melihat Lee menarik-narik baju papanya. Pasukan kerajaan menggeleng-geleng melihat tingkahnya. Stel menatap Lia. Lihat, aku benar, kan? Haam menatapnya dari jauh. Stel mengangkat bahu, bukan salahku.
"Lee, dengarkan Papa." Haam berlutut, memegang bahu Lee. "Kau sudah lancar membaca kan?" tanyanya. Lee mengangguk. Para pasukan terkesima mendengarnya. Hei, dia bahkan belum genap lima tahun.
"Kalau kau bisa membacakan satu buku untuk tuan putri, Papa akan memberimu pedang. Bagaimana?" tanyanya. Lee langsung menyanggupinya. Mereka berdua tersenyum, Haam mengelus kepala Lee, membawanya kepada Stel.
"Kau juga, jangan banyak-banyak makan. Aku tidak mau istriku gendut." Katanya yang dijawab dengan cubitan Stel di perutnya. Haam mengaduh.
"Kau mau tidur di luar malam ini?" tanyanya sambil membulatkan mata. Haam pura-pura ciut, bergegas berlulut. Lee ikut-ikutan berlutut di sampingnya.
"Ampun nyonya, saya telah melakukan kesalahan. Saya pantas dihukum." Disebelahnya Lee ikut-ikutan mengatakan hal yang sama. Orang-orang tergelak melihat mereka. Stel berbalik, berbisik apa yang kalian lakukan? Cepat bangkit! Memalukan. Haam dan Lee tertawa jahil, memeluknya dari belakang.
"Hei, aku sedang menggendong tuan putri," katanya mencoba menghindar. Ratu tergelak, bergegas mengambil Shea dari gendongan Stel, membiarkan Haam dan Lee leluasa memeluknya. Kali ini dia tidak menghindar, melihat pasukan yang berpamitan dengan keluarganya.
Lama sekali Haam memeluknya. Stel mencoba melepaskan pelukannya, tapi Haam menolak. Sebentar saja. Stel menurut.
"Apa aku menyebalkan?" tanyanya berbisik. Stel mengangguk, sangat menyebalkan.