MIDNIGHT COVENANT

stellaris rhea
Chapter #1

BAB I - Bayangan di Gravemont

Tahun 1998. Kabut tipis menyelimuti jalanan kota Gravemont, seperti selimut kelabu yang menolak melepaskan genggamannya pada malam. Jam besar di menara katedral tua berdentang tiga kali, menandakan waktu dini hari yang lembab. Lampu jalanan berkedip samar dan suara langkah tergesa dari pada pejalan kaki terakhir memantul di antara dinding batu bangunan gotik.

Valdemar, negeri yang dikenal sebagai negara demokrasi muda, terlihat tenang di permukaan. Tetapi bagi mereka yang jeli, kota-kotanya, terutama Gravemont menyimpan lebih banyak rahasia ketimbang cahaya. Seperti seseorang yang menyembunyikan luka lama dibalik senyuman tipis. Gravemont adalah kota yang bergerak, namun selalu membawa bayangan bersamanya.

Teknologi memang sudah berkembang: ponsel mulai populer meski harganya masih mahal, komputer hadir di universitas dan kantor pemerintahan, dan televisi menyampaikan berita dengan wajah serius para pembawa berita.

Di kota seperti ini, kebenaran bukanlah sesuatu yang bisa ditemukan begitu saja, dan disinilah Adrian Duskbane mengambil tempatnya sebagai seorang detektif swasta. Pria dengan tatapan emas yang tajam, rambut pirang yang acak-acakan dan sering kusut oleh hujan dan masa lalu kelam yang jarang dia ceritakan.

Malam ini ia ditemani asistennya yang baru, seorang perempuan muda bernama Elara Veyron. Wajahnya lembut, rambut coklatnya tergerai hingga bahu dan mata abu-abu yang indah. Elara selalu tampak tenang, bahkan terlalu tenang untuk seseorang seusianya.

Mereka berdua berhenti di depan sebuah bangunan kecil dengan papan kayu bertuliskan "Boulangerie Douret" sebuah toko roti yang biasanya harum dengan aroma baguette dan croissant hangat. Namun malam itu, pintunya di tutupi dengan pita kuning kepolisian dan suasana di dalamnya mencengkram.

Adrian menyingkirkan pita itu lalu masuk kedalam bangunan. Ruangan itu penuh tepung, sisa adonan kering di meja dan aroma hangus roti yang tertinggal di oven. namun semua itu tertutup oleh pemandangan yang jauh lebih berat: tubuh Henry Douret, pemilik toko tergeletak di lantai dapur dengan luka di pelipis kanan.

Seorang polisi yang berjaga di luar tadi memberikan cerita singkat : "korban ditemukan sekitar pukul sepuluh malam oleh tetangga yang curiga toko belum tutup dan tercium bau hangus. Barang-barang berharga masih ada. Tidak ada tanda perampokan."

Adrian jongkok di sisi tubuh korban, mengamati lukanya.

"luka ini diakibatkan oleh benda tumpul. Mungkin palu atau rolling pin." gumamnya pelan. "tidak ada tanda perlawanan, berarti mungkin ia mengenal pelakunya atau salah satu pelanggan terakhir."

Lihat selengkapnya