Adrian menerima pesan dari temannya. Ia kembali mengeluarkan ponselnya dan membaca pesan yang baru saja masuk. Setelah beberapa detik membaca, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.
Semuanya sudah jelas.
Pelakunya adalah Damian.
Motifnya, caranya melakukan semuanya… kini Adrian sudah memahami seluruh gambaran itu. Damian adalah orang yang bertanggung jawab atas semua ini. Dan Adrian berniat mengungkapkannya sekarang juga.
Salah satu informasi yang didapatkan adalah identitas korban.
Pertama, Elaina Holt (24), istri dari Damian Holt. Seorang gadis dari keluarga sederhana yang menikah dengan Damian sekitar setahun yang lalu. Elaina dikenal memiliki gaya hidup mewah. Ia gemar berbelanja barang-barang bermerek, dan dalam beberapa bulan terakhir ia bahkan meminta dibelikan sebuah rumah baru.
Rumah itu… adalah rumah yang meledak beberapa jam yang lalu.
Kedua, Gabriel Thome (27), selingkuhan Elaina. Dari informasi yang dikumpulkan, hubungan mereka ternyata sudah berlangsung lama—bahkan sejak sebelum Elaina menikah dengan Damian. Mereka biasa bertemu setiap beberapa hari sekali, biasanya di sebuah hotel.
Sampai akhirnya Damian memberikan rumah ini pada Elaina.
Sejak saat itu, rumah inilah yang menjadi tempat pertemuan mereka.
Adrian segera mengirim pesan balasan kepada temannya, memintanya mencari tahu di mana posisi Elaina dan Gabriel terakhir kali terlihat sebelum hari ini.
Sementara Adrian sibuk dengan ponselnya, Elara berdiri di dekat Damian dan berbicara dengannya. Ia terlihat menenangkan pria itu yang berpura-pura terlihat sedih.
Sesekali Elara melirik ke arah Adrian.
Dan ketika ia melihat senyum kecil di wajah Adrian, ia langsung mengerti.
Adrian sudah menemukan jawabannya.
Di saat yang sama, ambulans membawa dua jenazah korban menuju rumah sakit. Seorang polisi masih berjaga di lokasi bersama mereka, sementara beberapa warga tetap berdiri di sekitar lokasi, membicarakan ledakan besar yang baru saja terjadi.
Setelah menyimpan ponselnya, Adrian menoleh ke arah Elara lalu berjalan mendekatinya.
Dengan suara pelan ia berkata,
“Menurutmu… kita harus mengungkapkannya sekarang?”
Elara menatapnya sejenak, lalu menjawab dengan tenang.
“Kurasa kita sebaiknya melakukannya sekarang, Pak. Kalau kita menunggu terlalu lama, ada kemungkinan bukti-buktinya akan dibersihkan.”
Adrian mengangguk pelan.
Ia menarik napas sebentar, lalu berdeham kecil untuk menarik perhatian Damian.
“Baiklah,” katanya dengan suara tenang namun jelas terdengar oleh semua orang di sekitar mereka. “Aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini.”
Beberapa warga langsung terdiam. Bahkan polisi yang berdiri di dekat mobil patroli ikut memperhatikan.
Adrian menatap Damian lurus.
“Berdasarkan analisaku,” lanjutnya, “orang yang bertanggung jawab atas semua ini adalah kamu, Damian.”
Ia berhenti sebentar.
“Kamulah yang membunuh kedua orang itu. Elaina, istrimu… dan Gabriel, selingkuhannya.”
Ekspresi Damian langsung berubah.
“Apa?” katanya tajam. “Detektif, kau sadar apa yang sedang kau katakan?”
Adrian tidak menjawab.
Damian melangkah maju sedikit.
“Aku menyewamu untuk menyelidiki perselingkuhan istriku!” katanya dengan nada meninggi. “Bagaimana bisa sekarang kau malah menuduhku sebagai pembunuh?!”
Adrian tetap tenang.
“Benar,” katanya pelan. “Kamulah yang menyewaku.”
Ia menatap Damian dengan tajam.
“Dan justru karena itulah semuanya mulai terasa aneh.”
Damian mengerutkan dahinya.
“Aneh?”
Adrian melanjutkan,
“Ketika kami mengikuti istrimu beberapa hari terakhir, kami melihat sesuatu yang tidak masuk akal.”
Ia melirik sekilas ke arah Elara, lalu kembali menatap Damian.
“Kami melihat seseorang yang terlihat seperti Elaina di sebuah mall internasional.”
“Lalu?” balas Damian.
“Saat itu… dia tidak memakai cincin kawin.”
Beberapa warga mulai saling berbisik.
Adrian melanjutkan,
“Tapi ketika jasadnya ditemukan di rumah ini… Elaina justru memakai cincin itu.”
Damian langsung menyela.
“Lalu kenapa?” katanya dengan nada kesal. “Bukankah orang yang berselingkuh biasanya melepas cincin kawinnya saat bertemu dengan selingkuhannya?”
Adrian mengangguk kecil.
“Itu benar.”
Ia melangkah mendekat sedikit.
“Dan justru karena itulah semuanya terasa semakin aneh.”
Damian terdiam.
“Wanita yang kami ikuti masuk ke rumah ini tidak memakai cincin kawin,” kata Adrian. “Padahal menurut logikamu sendiri… dia seharusnya tidak memakainya saat bersama selingkuhannya.”
Damian mendengus.
“Dia bisa saja memakainya lagi di dalam rumah!”