MIDNIGHT COVENANT

stellaris rhea
Chapter #13

BAB XIII - Jejak Terputus

Midnight Covenant Agency

Pukul 19.00, telepon agensi berdering di atas meja Elara.

Elara mengangkatnya dengan tenang.

“Selamat malam, dengan Midnight Covenant Agency. Ada yang bisa kami bantu?” sapanya dengan nada tenang.

Adrian yang sedang mencatat kasus kali ini di buku catatannya mengangkat kepala dan menoleh ke arah Elara.

“Ini Elias. Aku ingin memberitahu tentang identitas rentenir yang tadi siang.”

Suara berat dan serius terdengar dari seberang telepon.

Mendengar nama Elias, Elara mengangguk kecil lalu menatap ke arah Adrian.

“Ini Inspektur Elias. Dia ingin menyampaikan informasi terkait rentenir tadi, Pak.”

Adrian mengangguk dan berdiri dari tempatnya. Ia berjalan menuju meja Elara, lalu mengambil alih telepon tersebut.

“Elias. Sampaikan saja,” ucap Adrian dengan nada tenang.

Terdengar helaan napas dari seberang telepon ketika Adrian mengambil alih telepon.

“Kau ini. Selalu muncul tiba-tiba,” gumam Elias. Ia kemudian berdeham sebelum kembali pada pokok pembicaraan.

“Jadi, berdasarkan hasil penyelidikan Hughes, rentenir ini bernama Victor Whitmore. Ia tinggal sendirian di Blackwood Residence, Jalan Oakhaven. Sayangnya, sepertinya dia sedang tidak berada di rumah. Anak buahku sudah kuperintahkan untuk menunggu di sana hingga pagi hari.”

Jelas Elias dengan nada serius.

Adrian hanya diam dan mendengarkan setiap informasi yang diterimanya. Ia sebenarnya ingin datang ke sana malam ini juga, tetapi beberapa hari terakhir mereka telah menyelesaikan cukup banyak kasus kecil. Ia tidak ingin memaksa Elara ikut dalam penyelidikan ketika mereka sama-sama membutuhkan istirahat.

“Baiklah. Kabari aku jika dia sudah kembali. Kita akan datang ke sana,” ucap Adrian dengan nada tenang.

“Oke. Kau beristirahatlah dulu. Jangan begadang, Detektif,” balas Elias dengan nada tenang, meski terdengar sedikit memarahi Adrian karena mengetahui kebiasaannya yang selalu sulit tidur dengan tenang di malam hari.

Adrian terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya menghela napas panjang.

“Aku tahu,” jawabnya singkat.

Adrian meletakkan gagang telepon kembali ke tempatnya.

“Ela. Kau pulang saja malam ini. Ambillah waktu untuk beristirahat. Instingku mengatakan besok kita akan bekerja lebih keras,” ucap Adrian dengan suara yang terdengar agak lelah. Ia menatap Elara yang sejak tadi hanya menyimak percakapan mereka.

Elara tidak membantah. Ia mengangguk lalu mulai mengemasi barang-barangnya.

“Baiklah. Jika ada sesuatu yang terjadi, telepon saja aku,” jawab Elara datar.

Adrian mengangguk dan kembali ke tempat duduknya.

“Ya. Selamat beristirahat, Ela,” ucapnya sambil bersandar di kursi dan memejamkan mata, mencoba menghilangkan sedikit rasa lelah yang menumpuk di tubuhnya.

“Selamat beristirahat, Rian,” balas Elara.

Lihat selengkapnya