MIDNIGHT COVENANT

stellaris rhea
Chapter #15

BAB XV - Pengawalan

Isabella menghela napas lega setelah mendengar penawaran Adrian. Setidaknya, untuk sementara waktu, ia tidak perlu menghadapi situasi ini seorang diri. Terlebih lagi, hingga saat ini ia masih belum memiliki petunjuk mengenai siapa yang menguntitnya.

“Terima kasih, Detektif... Saya merasa sangat terbantu,” ucap wanita muda itu dengan lega.

Adrian mengangguk sambil mengangkat cangkir kopinya. “Tak masalah, Nona. Itu memang tugas saya. Memastikan klien saya tetap aman.”

Isabella tersenyum kecil. Raut wajahnya terlihat jauh lebih tenang dibandingkan saat pertama kali datang.

Elara yang berdiri di belakang sofa tempat Adrian duduk kemudian angkat bicara.

“Kalau begitu, Anda bisa memberi tahu jadwal Anda hari ini. Saya akan menyesuaikan jadwal Detektif Adrian agar tidak mengganggu pengawalan Anda.”

“Oh, benar.” Isabella tampak mengingat sesuatu. “Saya ada kegiatan syuting pukul dua belas siang. Lokasinya agak jauh, di pinggiran kota. Manajer saya akan menjemput saya ke sini menggunakan mobil agensi.”

Adrian mengangguk pelan. Ia kembali menyesap kopinya yang mulai kehilangan kehangatan, lalu melirik jam dinding di hadapannya.

Pukul 10.40 pagi.

Masih ada cukup waktu sebelum mereka berangkat.

“Anda bisa menunggu di sini sampai manajer Anda tiba. Kita berangkat setelah itu,” ujar Adrian tenang.

Isabella mengangguk.

“Baik, Detektif.”

Ruangan itu kembali hening.

Namun, bagi Adrian, keheningan tersebut justru memberinya kesempatan untuk mengamati wanita di hadapannya lebih lama.

Isabella mengangkat cangkir tehnya dan menyesapnya pelan.

Tiba-tiba terdengar suara ceklek dari luar.

Beberapa benda logam saling beradu, disusul suara langkah kaki yang semakin menjauh.

Tangan Isabella berhenti di udara.

Ia menoleh sekilas ke arah pintu, lalu kembali menurunkan cangkirnya. Wajahnya berusaha tetap tenang, meski jemarinya kini menggenggam cangkir sedikit lebih erat.

Adrian memperhatikan perubahan kecil itu tanpa mengatakan apa pun.

Elara kembali ke meja kerjanya dan mulai menyusun berkas-berkas, kemudian mengetik dokumen baru terkait kasus yang sedang mereka tangani. Suara mesin tik terdengar pelan, berpadu dengan langkah kaki orang-orang yang sesekali berlalu-lalang di luar agensi.

Beberapa saat kemudian, terdengar lagi suara logam beradu.

Klik... ceklek.

Isabella kembali menoleh.

Kali ini Adrian menyadarinya dengan jelas.

Bukan suara langkah kaki yang membuatnya gelisah.

Melainkan suara itu.

Tak lama setelah itu, suara sebuah mobil berhenti di depan agensi.

Seorang wanita dengan jas rapi keluar dari mobil sambil membawa papan klip. Ia berjalan menuju pintu agensi dan membukanya dengan lembut.

“Permisi. Saya datang untuk menjemput Nona Bella.”

Elara mengangkat kepalanya lalu berdiri untuk menyambut wanita tersebut.

“Silakan masuk. Mereka sudah menunggu Anda.”

Lihat selengkapnya