Mimpi di taman senja

Ahmad Abdurrahman
Chapter #3

Bab 3 - Kehadiran Tanpa Suara

Setelah itu, aku mulai memperhatikan mimpiku dengan cara yang berbeda. Aku tidak lagi menganggapnya aneh, dan juga tidak berusaha mencari artinya. Aku hanya mengingatnya, seperti mengingat kejadian yang pernah terjadi begitu saja.

Mimpi itu tidak datang setiap hari. Kadang muncul, kadang tidak. Jaraknya tidak pernah sama. Tapi setiap kali muncul, tempatnya selalu sama. Taman sore dengan bangku hitam di satu sisi. Tidak ada perubahan yang mencolok, dan justru itu yang membuatku yakin mimpi ini bukan kebetulan.

Aku sadar aku selalu menjaga jarak. Aku tidak pernah berdiri terlalu dekat dengan bangku itu. Gadis yang duduk di sana juga tidak pernah menoleh. Ia hanya duduk diam, dan aku hanya memperhatikannya dari jauh. Tidak ada komunikasi, tapi suasananya tidak terasa asing.

Suatu malam, aku mencoba bertahan lebih lama di mimpi itu. Aku tidak bergerak dan tidak melakukan apa pun. Aku hanya berdiri di tempat yang sama. Perasaanku biasa saja, tidak berlebihan. Tapi aku mulai merasa bahwa mimpi ini tidak datang tanpa alasan.

Saat terbangun, aku masih mengingat posisi taman dan bangku itu dengan jelas. Perasaan yang tertinggal juga tidak langsung hilang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi aku merasa mimpi ini belum selesai dan masih akan berlanjut.

Lihat selengkapnya