Aku kembali ke taman itu tanpa banyak berpikir. Langkah kakiku berjalan menuju bangku yang sama seperti sebelumnya. Senja sudah duduk di sana. Kali ini, ia sedikit menoleh ketika aku datang, cukup membuatku sadar bahwa kehadiranku disadari.
Aku duduk di sampingnya. Tidak terlalu dekat, tidak juga jauh. Kami terdiam beberapa saat.
“Kamu terlihat lelah,” ucapnya pelan.
Aku mengangguk. “Iya, sedikit.”
Senja menatap ke depan. “Kalau lelah, tidak apa-apa berhenti sebentar.”
Aku mengikuti sarannya. Duduk di sana membuat pikiranku lebih tenang. Suasananya tidak menekan, seolah waktu berjalan lebih pelan.