Sejak Wisnu melihat foto taman itu di internet, pikirannya tidak bisa kembali tenang. Tempat itu ada di luar kota, di kota hujan. Dari layar ponsel, taman itu terlihat hijau dan asri. Ada satu bangku kayu yang posisinya agak menyendiri. Wisnu tidak tahu kenapa, tapi matanya terus kembali ke foto itu.
Awalnya ia mengira rasa itu hanya penasaran. Namun semakin sering ia melihatnya, semakin jelas bahwa yang ia ingat bukan hanya tamannya. Wajah Senja ikut muncul di pikirannya. Cara duduknya yang tenang, sorot matanya, dan suasana nyaman yang selalu ada saat mereka bertemu di mimpi.
Wisnu mulai menyadari ada perasaan lain yang ikut tumbuh. Bukan perasaan berlebihan, hanya rasa ingin bertemu lagi. Rasa ingin memastikan bahwa Senja bukan sekadar bayangan yang lewat. Perasaan itu membuatnya tidak nyaman, karena ia tahu Senja hanya hadir di mimpi.