Mini Sandwich

Brown Sugar
Chapter #1

Chapter tanpa judul #1 Ketiduran di kelas

"Bagas!"

Itu seperti mimpi, aku terperangah dengan mata yang sulit untuk melek. Di tengah tertawaan seisi ruangan kelas bahkan Agung teman sebangku ku mengguncang-guncang badanku begitu keras.

"Kenapa Bagas? Kamu ngantuk? Cuci muka dulu sana!" perintah Bu Afifah dengan wajah heran.

Tanpa ada satupun kata yang keluar dari mulutku, aku bergegas sempoyongan berjalan menuju toilet sekolah, yang jaraknya lumayan. Untuk sampai ke toilet aku harus melewati ruang guru dan kepala sekolah, juga ruang kelas dua belas yang kebanyakan di isi oleh gadis-gadis centil nan ambisius. Jika melihat cowok tampan sepertiku berlalu lalang di area kelas mereka, maka akan keluar jeritan dan cat calling yang menganggu pendengaran.

Kaki ku mulai malas melewati koridor itu, ada beberapa diantara kakak kelas centil dan genit yang sedang duduk sambil bercanda. Tetapi, tidak ada jalan lain yang bisa ku lewati. Aku harus benar-benar menutup telinga rapat-rapat.

"Bagas!"

"Mau kemana ganteng?" tanya nya kemudian dengan nada yang di manja-manjakan.

Aku tidak memperdulikan mereka, benar-benar hanya menatap kearah ubin. Mempercepat langkahku, takut jika tiba-tiba mereka menempel layaknya hantu seperti yang sudah-sudah.

"Cewek-cewek aneh," gerutuku dalam hati.

Aku menyalakan kran air di wastafel, membasuh keseluruhan wajah sampai rambutku. Rasanya lumayan segar dan mengusir rasa kantuk yang luar biasa itu. Syaraf mataku masih berwarna merah muda, rasa pening juga belum hilang. Di tambah perutku yang mulai berbunyi, padahal ku lihat jam tangan masih pukul sembilan.

Setelah selesai, aku bergegas untuk menuju kelas. Aku memang tidak hobi berlama-lama di toilet. Untuk apa? Merokok aku tidak, ataupun main ponsel.

Lihat selengkapnya