Misi Hunter : The Fox and The Rich Woman

Haidee
Chapter #6

Pertunangan

“Tidaakkk!!”

Agnes berteriak… terbangun karena mengalami mimpi buruk.

‘Kenapa aku begitu takut dalam mimpi? Ah pasti karna semalam aku lelah.’ – Agnes.

Dalam mimpinya, dia melihat ada seorang samar-samar mengarahkan mesin tembakan padanya. Mungkin saja dia merasa terjebak dalam situasi yang membuat dirinya merasa tidak nyaman.

≈ΦΦ≈

Hari ke empat. Marvin berjanji akan datang menebus calon tunangannya.

Sedikit tentang kisah antara Marvin dan Nizar. Di perguruan tinggi, keduanya pernah bergabung di satu komunitas. Dua pria itu berada di perkemahan camp yang sama. Dari situ menjadi lengket saling mengikuti seperti kembar siam.

Saat sekolah dasar, anak laki-laki tidak memperlakukan Nizar sebagai laki-laki, jadi Nizar lebih sering bermain dengan anak perempuan. Sehingga dia merasa aneh ketika dekat dengan pria. Hal-hal yang dia sukai sebagai seorang anak berbeda dari hal-hal yang disukai anak laki-laki lainnnya. Marvin adalah tipe pria disukainya.

≈ΦΦ≈

Agnes telah bersiap-siap kembali ke habitat aslinya, dia memperhatikan Kenzo yang sedang menghitung uang hasil tebusan. Uang itu akan jadi milik dia seutuhnya tanpa berbagi dengan Nizar. Nizar cukup puas sekarang karena Marvin tetap disisinya.

Agnes berkata. “Uang itu dapat menghidupimu berbulan-bulan.”

“Ini untuk modal karna aku mau pindah keluar kota.”

“Mencari mangsa eksotis....”

Kenzo memotong. “Ini hari terakhir kita bersama. Kamu nggak mau mengucapkan salam perpisahan.”

“Bye!” kata Agnes singkat, lalu berdiri.

“Hei kamu mau ke mana?”

“Pulang!”

Siuuu.

Wanita itu pergi begitu saja tanpa hati nurani.

Usai transaksi berakhir, Marvin dan Agnes pun meninggalkan rumah Kenzo. Selanjutnya, mulai merealisasikan rencana mereka.

Pupil mata Nizar tak henti-hentinya gemerlap melihat lembaran uang berlapis-lapis digenggaman Kenzo.

“Kamu kelihatannya bahagia banget.”

“Tentu saja aku bahagia! Siapa yang nggak bahagia dapatin uang banyak.”

Wajah sumringah pancaran mata dollar di netra Kenzo. “Wuahaha inikah rasanya menjadi orang kaya....” Tentu saja Kenzo sudah mempersiapkan diri menjadi orang kaya, dia harus memanfaatkan baik dan menghasilkan lebih banyak uang untuk melampaui tujuannya.

Ia berkata pada Nizar. “Katakan padaku! Di mana kamu mau merayakannya? Aku akan mentraktirmu sepuasmu.”

“Ken, kamu nggak mau bagi sama aku? Setengahnya saja....”

Kenzo mengabaikannya.

Nizar memohon mimik penuh harap. “Lagian kamu mendapatkan itu cuma-cuma.”

“He, aku tidak mendapatkan ini secara gratis. Aku menjalankan misi.”

Nizar tersedu-sedu. “Sepersepuluh juga nggak apa-apa.”

Kenzo hanya mendelik.

“Ayolah, seroyal-royalnya Marvin sama aku, dia tidak pernah memberiku uang sebanyak di tanganmu.”

“Heh? Kamu mau tarik ucapanmu kembali? Lagipula kamu masih pacarnya, minta saja sama dia!”

Sebagai rasa empati teman, Kenzo memberinya lima lembar dari uang tersebut sebelum air mancur jatuh di mata Nizar.

Merasa riang, setidaknya pria guy itu mendapat bagian.

“Kamu beneran mau pindah, Ken?”

“Rencananya sih gitu.”

“Kalau kamu pergi, nggak akan ada lagi orang yang bisa kuandalkan.”

“Tinggal hubungi aku. Aku pasti datang meluncur seperti roket.”

≈ΦΦ≈

Akhirnya Agnes bisa kembali ke kesehariannya yang damai. Ia langsung merebahkan diri di kasur yang dia tinggalkan berhari-hari. Kurang lebih empat hari dia mendapat pengalaman dalam hidupnya. Yang terjadi, dia diculik diperas bersama tunangannya. Siang dan malam terkurung di rumah pria perayu.

Lihat selengkapnya