Misi Hunter : The Fox and The Rich Woman

Haidee
Chapter #12

Otak Miring

Sejoli pasangan guy akhirnya pindah ke kontrakan barunya.

“Nizar, Agnes memberitahuku perilaku buruk temanmu lagi.”

“Siapa? Kenzo?”

“Siapa lagi kalau bukan dia,” hardiknya. “Kamu tahu, dia mencium istri tetangga Agnes.”

“Ya ampun!” Nizar tercengang. “Karna nggak dapat bibir Agnes, dia malah frustrasi dan mencium istri tetangganya.”

“Sampai kapan kamu akan membela teman playboymu itu?”

Nizar tak selamanya dapat melindungi reputasi Kenzo.

“Ken memang playboy tapi dia tidak akan pernah bermain dengan istri orang lain. Dia pasti mengalami depresi.”

Air mata buaya mulai merintih di mata Nizar. Pura-pura cengeng agar terhindar dari intimidasi kekasihnya.

“Eh Zar, jangan mewek gitu deh.”

Kenzo dicampakkan oleh crushnya. Ini benar-benar kisah yang menyedihkan yang dia alami. Dalam riwayatnya Kenzo selalu mendapati semua wanita yang dia perhatikan, lalu membuang mereka semua setelah unboxing. Kenzo hampir memiliki pacar baru setiap bulan.

Waktu yang bersamaan, Beny datang berkunjung.

“Halo...”

“Oh Beny.”

“Aku kebetulan lewat jadi sekalian mampir di rumah baru kalian.”

Dalam rumah kontrakan Marvin dan Nizar.

Beny begitu antusias tentang penawarannya kepada Nizar mengenai menjadi entertainer. Dia memberikan kartu nama perusahaannya pada Nizar.

“Hubungi saja kapanpun, kalau kamu sudah tertarik.”

Nizar menerimanya, dan Marvin menginterupsi.

“Apa itu?”

“Marvin, aku ingin membantu Nizar mengembangkan karirnya,” jawab agen entertaiment tersebut.

“Kamu nekad banget mau masukin Nizar ke lingkaran hiburan.”

“Ya, meskipun Nizar kelihatan sedikit kurus. Dia cukup menarik dan penampilannya cakep kok. Aku sudah perhatikan dia.”

“Sekali aku bilang TIDAK! Tetap TIDAK!”

“Dia sangat berbakat, bro. Asalkan dia mau bekerja sama denganku,” Beny menoleh ke Nizar. “Zar, kamu pasti akan menjadi populer. Aku pasti akan membantumu.”

Lagi-lagi Marvin menentang. “Dia tidak cocok.”

“Katakan padaku, bagaimana dia tidak cocok?” komplain Beny pada Marvin.

Marvin sangat keras dan protektif.

“Dia masih muda. Siapa yang mau melepaskan kesempatan bagus seperti itu? Banyak artis muda hingga tua yang memohon sama aku untuk kerja sama menandatangi kontrak.” Beny belum menyerah. “Justru dia akan memiliki masa depan yang menjanjikan karena kamu mendukungnya.”

“Kamu menyangjungnya tanpa pamrih. Nizar nggak ada apa-apanya, dia lelaki manja.”

Nizar menimpali. “Marvin! Kekasih macam apa kamu...?”

“Aku nggak peduli apa yang kamu katakan. Intinya TIDAK BISA.”

“Kenapa kita nggak dengar pendapat Nizar saja,” usul Beny.

“Apa kamu setuju penawaran Beny?” tanya Marvin pada pujaan hatinya.

“Kami mau dengar jawabanmu sendiri.”

“A-aku... Yah aku menolak kalau Marvin nggak setuju.”

“Hanya karna Marvin?”

Tampak Nizar mengangguk paksa rentan tak berdaya.

“Nah...Ben, kamu lihat sendiri, kan?”

Kekuatan Cinta memang tak tertandingi.

‘Aku harus menolak atau Marvin akan membuangku di kota ini. Aku nggak mau menjadi gelandangan.’ – Nizar.

≈ΦΦ≈

Pagi menjelang siang, Agnes berenang setelah membuang keringat dengan berolahraga treadmill.

Memakai pakaian renang ketat, bagian belakang yang terbuka. Dia berenang dari ujung ke ujung, mencelupkan kepalanya lalu mengangkat kembali menghasilkan suara derai air. Melakukan gerakan yang sama beberapa kali.

Kenzo datang mencelupkan kakinya dan duduk di pinggir kolam, air kolam tidak dingin tidak panas juga. Ia berhati-hati mengamati wanita taksirannya, jantungnya mulai tak terkendali dan sulit baginya untuk mengamati lama sosok wanita di dalam kolam.

Dia tidak bisa tergoda dengan tubuh wanita taksirannya yang panas, suara hatinya tumpang tindih. Untuk mengalihkan pandangannya, dia membakar sepuntung rokok. Menghisap mengeluarkan melalui lubang hidung dan mulut, berusaha membatasi pandangannya ke kolam.

Suara air gemericik... Keduanya saling memandang. Untuk sesaat Agnes berhenti berenang, dia mengimbangi tubuhnya pada air setinggi lehernya.

“Pagi ini terasa damai, tidak ada suara perang,” ucap Agnes sarkas.

Kenzo terkekeh. Menghisap kembali rokoknya tinggal seujung.

Lihat selengkapnya