Misi Hunter : The Fox and The Rich Woman

Haidee
Chapter #24

Interogasi

Masa lalu adalah sebuah teka-teki, dan tidak semua orang tahu tentang itu selain Anda menceritakannya. Biarkan semua masalah dan kekhawatiran pergi dan temukan jalan mencari kebahagiaan dalam hidupmu.

Malam itu, sejarah bagi keduanya. Kecupan pertama dari sebuah trik permainan Kenzo. Sesungguhnya, Agnes merasakan hal-hal mengalir begitu saja, bahkan dia tidak merasa seperti dirinya sendiri dalam sepekan terakhir.

Gila, gila, segila pasien rumah sakit jiwa. Yah, memang begitulah watak rubah si Kenzo. Ia pun turut terharu, setelah akhirnya mendapat sisi lebih dalam Agnes. Sebuah peningkatan yang lumayan.

≈ΦΦ≈

Berdasarkan apa yang Agnes katakan kepada Kenzo. Keesokan harinya, yang lainnya telah mengetahui cerita tersebut lewat Nizar. Kenzo telah menceritakan semuanya kepada Nizar.

Awalnya semua berpikir sama dengan Kenzo. Perilaku Agnes kerap menggambarkan bahwa dia tidak menyukai pengasuh Kakeknya tersebut. Sungguh tak terduga. Bahkan Yola hampir kehilangan akal sehatnya, ia tidak pernah mengetahui tentang hal ini sama sekali. Sahabatnya, Agnes mengalami patah hati terdalam hingga trauma.

Bertempat di kediaman Tuan Samir di suatu ruangan. Beruntung Kakek sedang keluar bersama Pak Igor.

“Aku cuman curhat sama Nizar,” elak Kenzo pada Agnes. “Aku lupa kalau dia ember bocor.”

Nizar hebat dalam segala hal kecuali menjaga mulut besarnya.

Tanpa membuang-buang waktu, Yola telah mendesak sahabatnya sendiri. “Baiklah, mari kita langsung pada intinya. Kamu harus menjawabku dengan jujur.”

“Oke-oke.”

Sudah waktunya untuk Agnes membongkar rahasianya. Dia tak pernah berpikir sejauh ini. Dia layaknya anak kecil yang mengalami situasi pubertas untuk pertama kalinya. Hubungan beberapa tahun itu adalah hubungan yang tak pernah diketahui oleh Yola sahabatnya. Agnes juga tidak berlebihan menolak untuk diinterogas i oleh sahabatnya.

“Maaf Agnes,” kata Yola. “Benarkah cerita itu?”

Yola langsung terkejut sepersekian detik ketika Agnes mengangguk tanda benar. Saking terkejutnya, rahangya hampir terlepas.

Agnes menekuk bibir bawahnya sampai nyaris tidak kelihatan dan serta-merta melepaskannya lagi. “Itu adalah sebuah kesalahan dalam kurun waktu tiga tahun, dan nggak akan terulang lagi!”

“Tiga tahun?” Yola berkacak pinggang. “Uh Aku merasa seperti mendapat kejutan....” Ia mendengus. “Aku cuman heran, kenapa aku tidak tahu sama sekali tentang ini? Kenapa kamu tidak pernah cerita? Kenapa kamu tidak terbuka sama aku soal itu? Kenapa? Kenapa?”

Kenapa eh kenapa berjudi itu haram… karena eh karena… eh bacanya nggak usah sambil nyanyi.

“Kita tinggal abaikan itu. Kalian cukup tahu,” sela Agnes. “Aku juga tidak mau mengingatnya lagi.”

“Kamu yakin?”

“Yah,” kata Agnes meyakinkan. “Sekalipun dia ingin kembali sama aku. Aku nggak akan pernah memaafkan orang yang sudah menipu hatiku. Hanya ketulusan yang bisa ditukar dengan ketulusan,” tegasnya. “Aku harap kita selalu tulus memperlakukan seseorang.”

Keempat orang dalam ruangan itu saling lempar pandang.

Agnes melanjutkan. “Aku juga minta maaf sebelumnya, aku tidak bermaksud membenci sikap Kenzo seperti yang sering kutunjukkan. Hanya saja, aku sedikit… sedikit trauma... keadaanku membuat aku harus menyembunyikan ini,” ujarnya sendu. Ia meneruskan. “Dia adalah seseorang yang telah aku berikan segalanya untuknya. Aku sangat kecewa dengan semua yang terjadi sebelumnya. Jadi ketika aku nggak sengaja bertemu dengannya, aku sedikit terkejut. Tapi aku tidak akan membodohi diriku lagi.”

Lihat selengkapnya