Misi Hunter : The Fox and The Rich Woman

Haidee
Chapter #40

Happy Ending

Empat bulan kemudian.

Mereka sudah disibukkan dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Untungnya mereka mampu mengalahkan semua rintangan dan berkumpul bersama.

Pernikahan antara Kenzo dan Agnes. diselenggarakan dengan sederhana dan hanya dihadiri keluarga dekat. Telah dilangsungkan dengan hikmat dan tertutup. Marvin adalah salah satu suami di dunia ini yang bahagia mendukung pernikahan istrinya.

Setelah pesta pernikahan, tentu ada bulan madu. Mereka menghabiskan waktu selama tiga hari di kota tetangga. Menebus waktu yang hilang terakhir. Merayakan kebahagian membuat sesuatu yang bahagia.

Memesan dua kamar dengan pasangan masing-masing.

Di malam hari. Kamar tidur Marvin dan Nizar.

Keduanya berbincang-bincang tentang, bagaimana Ayah Marvin memutuskan memberikan sepuluh persen saham untuk kekasih putranya dan menitipkan salam hangat.

“Apa? Ayah memberiku saham?!” Nizar terkejut di posisi duduknya.

“Ya,” jawab Marvin menyilangkan kedua tangannya.

“Ayahmu memberiku saham sepuluh persen. Bagaimana dengan perusahaannya? Dia nggak bangkrut?”

“Jangan khawatir, properti keluarga kita mencakup lebih dari itu. Ayah pasti sudah membagi-bagi warisannya.”

“Kenapa Ayahmu semakin baik? Jangan-jangan kamu doti-doti beliau yak?”

“Apa kamu pikir itu pekerjaan mudah untuk mengelola bisnis? Ayah hanya mengambil kesempatan untuk mengalihkan pekerjannya kepada kita. Supaya dia bisa bersantai bersama Ibu.”

“Ha? Maksud kamu?”

“Mereka bisa menghabiskan waktu luang mereka di pantai setelah pensiun sambil tetap menerima dividen. Itu menyenangkan bukan?”

“Menghabiskan waktu dengan pasangan. Wah.. keren. Itu impian aku juga saat tua nanti.”

Marvin beranjak ingin mandi, namun tangan Nizar tersangkut di pelukannya.

“Sudah lama sekali kita tidak berciuman, aku agak merindukan bibirmu.” Nizar mencabik bibirnya

Di kamar lain.

Pada malam hari. Agnes mengenakan handuk keluar dari kamar mandi. Rambut basahnya sangat seksi, dadanya tampak basah. Kenzo langsung menerkam kekasihnya. Dua wanita mengisi kekosongan

Kenzo menangkup dagu Agnes. Lalu berkata. “Hidupku tidak akan sempurna seandainya aku tidak pernah mencintaimu. Kita akan bersama-sama. Kalau kamu hidup, aku akan hidup. Kalau kamu mati, aku akan mati denganmu. Kamu adalah kekuatanku saat aku lemah, kamu membawa kegembiraan ke dalam hidupku. Aku berjanji akan selalu ada untukmu.”

“Kamu selalu merayuku, bajingan!”

“Ya, selalu. Bahkan kalau kamu sangat membenciku, aku nggak akan melepaskan kamu.”

“Dasar brengsek!”

Kenzo menatap kekasihnya dalam-dalam, satu-satunya wanita yang menolak Kenzo dengan keras. Itulah mengapa Kenzo sangat berusaha keras juga.

Kenzo lalu mendaratkan bibirnya secepat kilat ke bibir indah Agnes.

“Genit,” kata Agnes yang membalasnya dengan satu cubitan di pinggang Kenzo.

Sekarang Kenzo memegangi erat kedua bahu Agnes. “Sekarang, kamu hanya perlu mengingat hal-hal yang membahagiakan. Hal-hal yang buruk dilupakan saja. Aku akan selalu melindungimu.”

“Hm... nggak usah banyak bacot!”

“Aku serius.” Kenzo menelan ludahnya lalu tersenyum manis. “Aku bisa melakukan semuanya asal itu dengan orang yang kucintai.”

“Menurutku, kita nggak perlu terlalu buru-buru.”

“Justru lebih cepat lebih baik,” balas Kenzo senyum lebar. “Aku tidak mau nanti keburu ada orang lain.”

“Hey... Kamu selalu ada disekitarku.”

“Aku memang orang yang mudah menyukai, itu kelemahanku,” balas Kenzo memiliki seribu jawaban manis. “Dan saat ada sesuatu yang kuinginkan, aku ingin segera mendapatkannya”

Agnes tercengang. “Itu terlalu obsesi.”

“Aku rasa kamu juga menyukaiku. Aku bisa melihat, kamu cemburu beberapa kali.” Kenzo tertawa merasa menang.

“Ohh Apa saat itu kamu nguji aku?”

“Opss...”

“Ya! Ketika aku melihatmu merayu wanita di arena bowling, ketika kamu berciuman dengan tetanggaku.... aku cemburu.”

“Sekarang tatap aku, peluk aku dan cium aku!”

Suaranya cukup parau ilegal di teliga Agnes. Dekapan erat terjadi

“Trima kasih, Nes. Untuk kesempatan kesekian kalinya. Dan terima kasih atas cintamu untukku.”

Ciuman agresif Kenzo mulai mencekiknya. Agnes mulai memegang baju Kenzo begitu erat. Inilah waktu mereka akhirnya mendapatkan intim.

Dalam ciuman dalam itu, Kenzo mengubah dunia Agnes menjadi sesuatu yang benar-benar baru. Perlahan Kenzo memulai menekan tubuh dari Agnes, Agnes mengikuti gaya Kenzo.

“Hmmccchhh.....”

“Hmmmmmmmchh.”

Kenzo sangat terlatih pada wanita, mulai meraba-raba begitu cekatan.

Lihat selengkapnya