Misteri Bolokotono: Tiga Demit vs Tiga Murid Plenger

Gun Kuntara Adhiarta
Chapter #3

Bab 3: Tamu Tak Diundang dari Sudut Gelap

"Setuju. Makanya gue bagi tugas." Joko berdiri tegak, mencoba terlihat seperti komandan dalam film perang meski masih memakai kaos rumahan bermotif kartun kucing yang sudah pudar. "Randi, lu riset. Semua yang bisa lu temukan tentang sejarah EsEmBo, legenda urban, cerita-cerita lama. Forum, blog, kaskus jadul, apa pun. Lu kan jago gali-gali beginian."

Randi menghela napas. "Kenapa gue yang paling susah tugasnya?"

"Karena lu paling cerdas di antara kita."

Randi tidak bisa menyangkal itu. "Oke. Lanjut."

"Budi." Joko menatap Budi. "Logistik."

Budi langsung tegak, dadanya membusung seperti baru dipanggil maju upacara. "SIAP, KOMANDAN. Tapi logistik macam apa, Jok? Kalau cuma nyiapin senter sama air mineral, itu bukan logistik, itu cuma belanja minimarket."

"Logistik buat ekspedisi malam, Bud. Senter cadangan, makanan, apa pun yang—"

"Termasuk kerupuk?"

"BUD."

"Gue cuma mastiin parameter aja, Jok. Logistik tanpa kerupuk itu bukan logistik, itu penyiksaan."

Joko memutuskan untuk tidak melanjutkan argumen yang jelas tidak akan ia menangkan. "Dan investigasinya—kita lakukan malam Jumat. Malam paling 'wah' secara mistis menurut literatur yang ada."

Randi dan Budi saling pandang. Wajah mereka sama-sama menyimpan ekspresi yang susah dideskripsikan—campuran antara takut, penasaran, dan menyesal punya teman bernama Joko.

Tiba-tiba lampu kamar berkedip-kedip tiga kali, lalu padam total.

Kegelapan sempurna.

Hiiii… hiiii… hiiii…

Suara tawa tipis itu muncul dari luar jendela—dari arah jalanan sepi yang menghadap langsung ke kamar Joko.

Lihat selengkapnya