Blurb
Di Desa Girilingsir, ada satu malam yang paling ditakuti penduduknya: malam Jum'at Kliwon. Malam ketika batas antara dunia manusia dan alam gaib menjadi begitu tipis, dan rahasia kelam yang terkubur selama tujuh windu kembali menuntut korban.
Rafan Bashif menghilang secara misterius pada malam keramat itu. Jejak terakhirnya mengarah ke Alas Singget, hutan larangan yang menyimpan legenda tentang kutukan berdarah dan perjanjian kuno para leluhur.
Aris Bashif, adik Rafan, bertekad menemukan kakaknya. Namun, pencarian itu justru menyeretnya ke dalam teror yang mengguncang kewarasannya. Bisikan dari kegelapan, penampakan mengerikan, mimpi yang terasa nyata, dan sosok-sosok yang menyerupai orang terdekatnya perlahan membuat Aris kehilangan kepercayaan pada apa yang dilihatnya sendiri.
Di balik ketakutan penduduk desa, tersimpan pengkhianatan para tetua yang selama puluhan tahun menjaga rahasia ritual pengorbanan. Kutukan tujuh windu ternyata bukan sekadar cerita rakyat, melainkan perjanjian yang mengikat kehidupan manusia dengan kekuatan gaib penghuni Alas Singget.
Ketika rahasia itu terungkap, Aris harus menghadapi kenyataan bahwa hilangnya Rafan hanyalah awal dari malapetaka yang lebih besar. Di atas altar batu gilang, ritual kuno akan kembali dilaksanakan. Darah harus tertumpah, dan seseorang harus menjadi tumbal agar siklus kutukan tetap berlangsung.