Moksha Samsara (Twinflame)

Princess Cindy
Chapter #26

#26 Jawaban dari mimpi

Bukan lagi karena rindu aku ingin bertemu. Rasa itu telah mengendap menjadi diam. Yang kutunggu kini bukan lagi perjumpaan fisik, melainkan sebuah jawaban: apakah benar semesta menitipkan pesan melalui dirinya, atau aku hanya terlalu ingin percaya bahwa semua ini bukan sekadar kebetulan?

​Lalu, seolah menguji ketenanganku, namaku muncul sebagai pemenang undian nonton bareng film terbaru yang dibintangi Putra. Seseorang yang meski telah kucoba lepaskan, tetap hidup dalam ruang rahasia di hatiku. Aku memang pernah iseng mengikuti challenge disana, tanpa harap apapun, karena seumur hidup tak pernah ada give away yang aku menangkan.

​Acara itu di Jakarta. Di hari aku harus bekerja. Aku sempat bimbang; apakah ini pintu yang dibukakan langit? Jika kulewatkan, apakah aku akan kehilangan satu bab penting dari takdirku? Namun, ada rasa takut yang membisik, takut jika ini hanyalah obsesi yang menyamar menjadi peluang.

​Malam itu, mimpi datang sebagai surat balasan dari langit untuk jiwaku.

​Dalam mimpi, aku melihat Putra di tengah hiruk-pikuk syuting. Ia sedang menyusun pagar kayu dengan telaten, seolah sedang melindungi sesuatu agar tak disentuh sembarangan. Saat aku hendak mendekat, ia menoleh dan berkata, "Jangan lewat sini, nanti pagarnya rusak. Kamu putar saja lewat jalan sana." Ia menunjuk ke arah hutan gelap.

"Tapi di sana gelap. Aku takut," keluhku.

​Ia hanya tersenyum kecil, senyum yang tidak menahanku, tapi juga tidak memaksaku. "Coba saja dulu. Kamu pasti bisa."

Lihat selengkapnya