More Than a Promise

LSAYWONG
Chapter #1

#1. Permohonan

"Menikahlah dengannya." Gee menatap sahabatnya, sementara Shella tak memahami maksud ucapan sekaligus permohonan itu.

Menikah?

Sampai saat ini Shella masih belum mengerti tujuan sahabatnya meminta dirinya menikah dengan seorang watak begitu dingin, batu, dan ... setelah berjam-jam duduk di blakon kamar sendiri sambil merenung kalimat dari sahabatnya. Embusan napas yang sekian kalinya itu tidak bisa disimpan.

Tiba-tiba getaran ponsel mengejutkan dirinya terlampir sebuah nama panggilan, Bestfriend.

"Halo," sambutan dari bibirnya yang imut dan manis.

"Hei? Semangat dong! Lo ada di rumah?" balas Gee dari seberang.

"Kenapa?"

"Tanya lagi, ke rumah lo dong! Lima menit lagi gue samp ...."

Panggilan telepon terputus, Shella menjauhkan ponselnya. "Kebiasaan, selalu saja menelepon tanpa akhir!" gerutu Shella kembali dia masukan ponsel ke kantong celana ketatnya.

Shella beranjak dari duduk kemudian kembali memilih untuk melakukan sesuatu yang tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Seluruh isi di kepala penuh teka-teki tidak masuk akal.

"Menikah?"

Hanya itu yang terus diucap dari suara halusnya. Sambil meneguk segelas air dari kulkas, lagi-lagi dia menatap sebuah photo tertempel di pintu kulkas, tiga orang yang sedang tersenyum lebar sambil berpose penuh keceriaan.

Lalu, kembali getaran ponsel miliknya berdering dengan panggilan nomor tidak di kenal.

"Halo!"

Dari seberang panggilan terdengar sangat berisik sekali. Suara bunyi ambulan atau bunyian lain dan juga suara-suara masyarakat. Shella masih belum mengindahkan tanda-tanda aneh. Dia tetap untuk melayani panggilan itu.

Lihat selengkapnya