Shella mengempaskan dirinya di ranjang. Hari pertama dan hari hidup baru di rumah.
"Aahh ... sangat melelahkan," gerutunya sembari menarik salah satu boneka dengan ukuran hampir seukuran dengannya.
Sambil memainkan bonekanya, dia memandang langit-langit kamarnya, kemudian melirik sekitar ruangan, dengan hembusan napasnya, dia bangun dan bisa menarik napas sekuatnya dan diembus setelah apa yang terjadi sudah terjadi.
Rumah baru, kehidupan baru, keluarga baru. Ya, itu yang Shella jalankan sekarang. Dia akan memulai dunia baru bersama seorang pria sudah resmi jadi suami. Rangga Pratama.
Dilihat lagi ponsel galeri sendiri, disana terdapat banyak foto kenangan bersama sahabat baiknya. Sepeninggal Gee karena kecelakaan saat dia menelepon dirinya. Ponsel milik Gee mati karena baterai lowbet.
Dari keterangan pihak polisi, Gee mencari charger untuk mengisi daya baterai dengan powerbank. Karena powerbank itu ada dijok belakang tempat duduk. Gee mengambil sembari mengemudi, namun sebuah mobil besar dari arah berlawanan sedang mengelak dari mobil depan.
Gee pun dengan cepat untuk menghindar namun sayangnya peristiwa begitu cepat. Mobilnya terpental dan terbalik ketika menabrak pembatasan tol. Gee terperangkap di dalam. Semua warga setempat pun berkumpul untuk mengevakuasi peristiwa tersebut.
Dia hanya bisa mengelus layar ponselnya, terakhir dan tinggal kenangan bersama Gee waktu nongkrong di kafe. Sambil bercanda dan foto berdua. Disanalah permohonan dan permintaan dari sahabatnya harus dijemput serta pulang kepangkuan maha Kuasa.
Rangga masuk tanpa mengetuk, dengan cepat Shella segera menyeka air matanya dan memasukkan ponsel ke bawah bantal. Lalu, dia dengan cepat menarik selimut dan membelakangi suaminya. Sampai sekarang ini Shella masih belum siap jikalau Rangga melihat dirinya masih mengenang Gee.
Tanpa dihiraukan, Rangga membuka lemari pakaian telah dirapikan oleh Shella. Dia hanya mengambil kaus polos dan handuk. Kemudian keluar dari kamar itu tanpa berbicara sepatah kata pun.
Shella yang pura-pura tidur kembali membuka kedua matanya. Suasana di rumah ini akan membawa dia menjadi dunia berbeda. Shella juga merasa Rangga jauh lebih terpukul kehilangan Gee.
Bagaimana tidak? Rangga sangat mencintai Gee, sebaliknya dengan Gee. Hingga sekarang Shella belum tau maksud lamaran Rangga datang ke rumah orang tuanya. Bahkan dia juga tidak tau kenapa Rangga yakin dia pantas jadi istri yang baik.
Bukan karena Rangga kasihan padanya, Shella seorang janda perawan ditinggal oleh mantan suami demi mempertanggungjawabkan kehamilan darin selingkuhannya. Itu bukan alasan yang tepat.