Move On Papa!

Drezzlle Alexandar
Chapter #2

Butuh Kebebasan

"Acha, katakan yang sebenarnya!" pekik Gavin.


Gadis belia itu terpaku di bawah tatapan tajam papanya. Ia hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, tak berani menatap Gavin.


Sementara itu, wanita yang bersekongkol dengan Acha perlahan bangkit lalu merapikan gaunnya yang sedikit berantakan. Ia mencoba memberi penjelasan pada pria yang baru saja dicampakkannya.

"Ga-Gavin ... putrimu itu—"


"STOP!" Gavin memotong tegas. Fokusnya tak bergeser sedikit pun dari putri semata wayangnya. "Apa itu benar? Kamu membayar Monic untuk menikah dengan Papa? KATAKAN!" cecarnya dengan nada yang kian meninggi.


"Pa ... Acha—"


"Benar atau tidak, Acha?!"


Melihat kemarahan yang meledak di wajah ayahnya, nyali Acha menciut. Ia akhirnya mengangguk pasrah. "Benar, Pa," ucapnya lirih, nyaris tak terdengar.


Tanpa berkata-kata lagi, Gavin merangsek maju dan menyambar pergelangan tangan putrinya. Sebelum beranjak, ia mengambil kartu kredit di lantai dengan gerakan kasar.


"Gavin! Kembalikan kartu kredit aku!!"


Monic yang sebelumnya hanya berpura-pura ingin mengembalikan uang Acha kini malah terjebak. Ia terus menarik lengan Gavin. Namun, pria itu hanya menoleh sesaat dengan mata terbelalak. Membuat Monic ketakutan dan akhirnya menyerah.


Drama pertikaian ayah dan anak itu menjadi pusat perhatian para pengunjung di lobi bandara.


"Masuk, cepat!" titah Gavin sambil mendorong bahu putrinya ke dalam kabin mobil saat baru saja tiba di tempat parkir.


Setelah Acha duduk di dalam, Gavin segera mengambil alih kemudi dan memacu kendaraan itu keluar dari area bandara.

.

.

Di dalam mobil, keheningan terasa mencekam, Acha bisa merasakan suara deru mesin mobil saling beradu dengan napas memburu ayahnya.


Tangan Gavin meremas setir kuat hingga buku jarinya tampak menonjol, membuat gadis itu membayangkan sosok malaikat maut dalam diri sang papa. Tanduk di kepala dan mata berkilat merah membuat gadis itu bergidik ngeri.


"Ini papa cuma kurang bawa sabit besar aja deh, kan jadi pas banget buat memanen jiwa-jiwa wanita yang kesepian," gumamnya pelan.


Lihat selengkapnya