MUDA

'Ilma Zakiyyah
Chapter #8

8. Kepalsuan

Selepasnya hanya menjadi juru arsip data-data saja, Rhaen kehilangan pengaruh dan pergerakannya dalam bidang yang digelutinya. Jika memang pekerjaan bisa dikerjakan remote dari kamarnya, maka ia pun enggan ke kantor. Seminggu pun hanya bisa dihitung jari untuk menampakkan diri. Terlebih lagi, semua data-data hanya berbentuk digital. Pekerjaan yang terbilang ringan bagi Rhaen. Meskipun itu, dalam hati selalu ada perdebatan sengit antara ego dan akal sehatnya, bahwa kemampuannya seharusnya tidak diperlakukan sedemikian rupa.

           Maka, ajakan Eirys memiliki arti bagi Rhaen. Sebuah kesempatan yang amat manis disodorkan begitu saja. Tatapan mata Eirys yang tak sanggup ia lawan. Akhirnya ia menyadari tugas sesungguhnya telah menanti. Tidak ada salahnya jika ia menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk melakukan sesuatu yang ia anggap baik. Ia bilang pada dirinya jika aksinya kini adalah sebagai warga sipil yang haus akan rasa penasaran. Rhaen tahu jika ia harus menolak, tapi hatinya justru sebaliknya. Dan Eirys yang menjadi penjamin semua ini. Wanita itu telah mengambil sebagian hidupnya, begitu mudahnya ia memberi pengaruh pada Rhaen. Jika bukan karena ada yang tersimpan antara keduanya.

           Semenjak diskusi beratnya dengan Eirys, Rhaen semakin banyak menghabiskan waktu di depan meja kerjanya. Layar-layar komputer fisik dan holografis selalu menyala sepanjang malam. Ia merenung, memikirkan, menganalisis. Ia belajar. Sesuatu yang menarik minatnya kala informasi baru ia dapatkan dari diskusi itu. Eirys masih terlalu mengagumkan baginya, dengan semua hal yang ditunjukkannya selama ini. Ia perlu belajar banyak darinya. Terutama agar ia tak mudah tersulut emosi. Yang akhirnya mendamparkan dirinya ke posisi saat ini. Sejenak kembali ingatan tentang Dark-9 muncul. Umpatan-umpatan yang sempat ia lontarkan pada seniornya kembali berkelebat. Namun, anehnya ia tak merasa menyesali perbuatannya. Atau memang ia yang keras kepala?

           Agaknya memang keras kepalanya itu memiliki alasan pembenaran yang telah ia dapatkan. Sebuah panggilan suara muncul di layar holophone-nya.

           “Rhaen dengarkan aku. Aku rasa aku perlu mengabarkannya padamu. Baru-baru ini aku mendapatkan kasus baru yang membutuhkan adanya tindakan otopsi, karena korban diduga diracun oleh seseorang. Kali ini aku yang berhubungan langsung dengan tim forensik. Aku pun diberi kewenangan untuk mengakses data hasil forensik di database mereka. Dan kamu tahu, Rhaen, aku menemukan sebuah file yang awalnya mencurigakan yang lain dari yang lain. Lebih seperti file virus, tapi kucoba akses juga. Setengah mati rasanya aku membaca file apa itu… file hasil otopsi Orien Runo yang asli.”

           “Apa? Jadi selama ini kita dibohongi?”

           “Tenangkan dirimu Rhaen, jangan gegabah dulu. Aku akan coba menyelidiki lebih lanjut siapa yang berperan di balik ini semua.”

           Segera Rhaen memeriksa hasil otopsi yang dikirim oleh Salvor. Ia pun tercengang dengan hasil yang berbeda dengan laporan yang dibawa Xev waktu itu. Sempat pula ia berpikir jika Xev ada dibalik ini semua. Sejak awal Xev-lah yang terkesan kasus ingin dipercepat saja. Bahkan putusan final itu juga dilakukannya secara sepihak. Namun, kini Rhaen sudah lebih pandai mengelola emosinya. Ia akan menyimpan dulu bukti ini. Ia yakin akan ada saatnya bom waktu itu akan menguak kebenaran.

           Meskipun sempat ragu pada awalnya, Rhaen memantapkan diri untuk melangkah maju. Kini alasannya semakin bertambah kuat dengan berbekal hasil otopsi asli. Ditatapnya lagi pintu berwarna hitam itu, wajahnya sudah pasti terlihat dari layar interkom penghuninya. Selanjutnya, wajah Eirys-lah yang muncul di hadapannya. Wajah terkejut yang tidak bisa disembunyikan Eirys. Apa hal yang membawa Rhaen mendatangi markasnya?

           “Aku bawa hasil otopsi asli Orien Runo.”

           Eirys sekali lagi terkejut. Diskusi pun tak terhentikan lagi. Rhaen memberikan pendapatnya dan teori-teorinya yang telah ia renungkan. Eirys tampak seksama mendengarkan penjelasan Rhaen. Mungkin baru kali ini ia fokus dan perhatian pada penjelasan Rhaen.

Lihat selengkapnya