MUDA

'Ilma Zakiyyah
Chapter #9

9. Rahasia Xev

Rhaen dan Eirys sudah dalam mode penyamaran. Wajah mereka saat ini seperti turis dari Eropa. Eirys berambut pirang dengan bola mata kebiruan, begitu pula Rhaen yang berambut coklat dengan memakai kacamata kebanggaannya dalam penyamaran. Eirys memastikan janji temu sudah deal dengan pihak Seralyn. Rhaen hampir pasti menyerahkan ide penyamaran pada Eirys. Ia hanya akan menjadi aktor saja.

           Pertemuan dilakukan di rumah Seralyn. Rhaen diam-diam terkejut saat melihat rumah mewah nan megah di hadapannya. Namun, Rhaen memasang muka datar. Eirys terlihat lebih datar lagi nan serius. Rumah itu definisi rumah yang canggih, bahkan mungkin terlalu canggih. Saat memasuki ruang tamu, ada robot yang menyambut. Ada robot tukang bersih-bersih, robot tukang masak, ada robot… yang terakhir ternyata sang pemilik rumah. Jika dalam kondisi mundur dari jabatan saja masih seperti ini kondisi kehidupan Seralyn, berarti bukan masalah berarti jika hanya mundur dari jabatan karena melakukan kesalahan, batin Rhaen.

           Eirys mengambil alih kendali situasi. Dengan menggunakan bahasa Inggris yang lumayan fasih. Eirys terlihat mampu meyakinkan Seralyn terkait tujuan mereka ke rumahnya. Rhaen mengambil job sebagai kameramen. Berusaha sesedikit mungkin berbicara, atau kalau tidak, bisa bahaya jika mendengar logat Rhaen.

           “Eirys menyodorkan produk kecantikan, yang didapatnya dari rekannya di BIN. Produk itu memiliki merek yang khusus dibuat agen BIN sebagai properti penyamaran.

           “This is our product, SparkLight.”

           Seralyn yang pada dasarnya memuja kecantikan dirinya. Maka dengan bangga ia terpilih menjadi kandidat brand ambassador SparkLight.

           “Tell us about your beauty story, Madam.”

           Seralyn menjawab cukup lancar dalam bahasa Inggris. Rhaen menyaksikan di balik kamera mimik muka Seralyn. Dalam pikirannya sebenarnya sangat pantas Seralyn berada di pemerintahan, namun kesalahannya yang fatal sehingga sulit dimaafkan. Seralyn menyebutkan tentang klinik kecantikan yang sempat didatangi oleh Eirys waktu itu. Ia tidak menyebutkan tempat lain lagi.

           Eirys terus menggali pertanyaan yang bisa menjurus ke SIFAR. Seperti rekomendasi klinik kecantikan yang lain, klinik kesehatan baik dari yang standar sampai eksklusif. Namun, Seralyn seperti tutup mulut tidak menyebutkan SIFAR sama sekali. Akhirnya Eirys dengan nekat menanyakannya.

           “How about SIFAR, Madam? I knew from my friend.”

           Mimik muka Seralyn tampak berubah seketika. Itulah ekspresi terkejut.

           “I don’t know about SIFAR.”

           Itulah jawaban Seralyn sekaligus mengakhiri proses wawancara. Dengan terpaksa Rhaen dan Eirys segera meninggalkan rumah mewah itu dengan hasil yang tidak sesuai harapan.

           Rencana cadangan selalu ada. Kini harapan itu ada pada Calira. Meski jujur Rhaen sendiri tidak yakin dengan wanita itu. Mengingat momen interogasi yang jauh dari kata berhasil. Maka Rhaen dengan tegas tidak akan terlibat jauh dengan wawancara bersama Calira.

           “Rhaen, cek kirimanku. Itu tugasmu. Jangan menolak.”

           Rasanya Rhaen ingin menyumpah serapah pada Eirys. Tentu itu tak terjadi. Rhaen hanya menghela napas panjang melihat sebuah chatting lumina dengan penuh kata-kata rayuan. Rhaen harus berperan sebagai Leif yang mencoba pendekatan pada Calira. Rupanya Eirys sudah mengatur percakapan terlebih dahulu. Eirys sendiri tak menyangka sungguh mudah merayu Calira. Pesannya langsung dibalas. Selanjutnya adalah Rhaen yang menyempurnakan misi mereka.

           “Pergi temui Calira, ajak dia date. Lalu gali informasi tentang SIFAR.” Muka Rhaen seketika pucat.

           Eirys merupakan misteri tersendiri bagi Rhaen. Tiba-tiba saja ia terlibat penyidikan kasus kematian Orien Runo. Bahkan setelah kasus itu dianggap selesai, hubungan mereka tidak selesai. Satu per satu misteri muncul ke permukaan dan mengundang penasaran serta rasa tanggung jawab yang tak dapat dijelaskan. Mereka harus melanjutkan penyidikan itu, meski harus di luar perintah atasan.

Lihat selengkapnya