MUDA

'Ilma Zakiyyah
Chapter #15

15. Sebuah Perbincangan

Berkeliaran di SIFAR menjadi rutinitas baru bagi Rhaen. Selain menetap di ruang server, ia juga harus secara berkala menemui Faroz. Melaporkan kondisi server SIFAR, juga perkembangan penemuan kejanggalan yang mungkin mengakibatkan kematian tiga klien SIFAR secara beruntun. Seringkali Rhaen masih terkejut saat berpapasan dengan orang-orang atau pelanggan SIFAR, yang mana orang-orang itu sebagian besar adalah orang-orang penting, pejabat, selebritas, konglomerat, juga orang-orang yang tak pernah dijumpainya.

           Faroz, sosok di depannya yang tak banyak Rhaen ketahui, seolah sebagai sang misterius yang diburu oleh peserta sayembara. Kini, peserta sayembara itu ialah dirinya. Sekilas melihat sosok Faroz yang bertubuh tinggi besar namun tidak seperti binaragawan, cukup untuk dinilai tubuh yang proporsional dan terkesan bugar. Tidak disangkal, SIFAR juga tersedia gym dan market yang menyediakan kebutuhan makanan-makanan sehat. Wajahnya yang berseri, menyala, seperti tidak pernah terpapar sinar matahari. Satu hal yang mungkin memicingkan mata Rhaen, wajah Faroz terlihat berasal dari dunia yang berbeda, dunia dari masa lalu.

           Sudah cukup Rhaen termangu dengan sosok di depannya. Saatnya dirinya harus mempersiapkan lidahnya untuk berkelit menghindar dari pertanyaan yang mungkin menjebaknya. Buah-buah diskusi bersama Eirys selama ini memberinya guyuran rasa percaya diri untuk lebih kokoh dalam berucap, tegap dalam sikap, dan erat dalam berprinsip. Setiap jebakan yang sengaja diciptakan lawan harus bisa dilompati tanpa ketahuan.

           Faroz mulai berbicara. Rhaen bersiap mendengarnya sebaik mungkin. Kemudian setelah itu justru menjadi momen yang jauh dari perkiraan. Percakapan pembuka adalah mengenai kabar. Kabar mengenai dirinya, mengenai keluarganya, mengenai pekerjaan sebelumnya, mengenai kehidupannya. Jawaban yang sesungguhnya membuat Rhaen berkaca-kaca, maka jawaban palsunya yang melindunginya. “Bagaimana kabar Tuan Faroz sendiri?” Sesaat setelahnya adalah momen yang cukup disesalkan jika tidak berkepentingan menjalankan misi. Faroz sudah menjelma menjadi rekaman podcast yang menceritakan segala semua rekam jejak kehidupannya. Masa kecilnya, masa remaja, masa sekolah, masa kuliah, masa kerjanya, dan masa-masa yang lainnya.

           “Jika Mr. Raze bertanya tentang SIFAR ini, wah itu sebenarnya membuka kisah kelam namun menjadi titik balik yang penting dalam hidup saya. Awalnya saya merintis usaha alat-alat medis dan menyuplai ke berbagai rumah sakit atau klinik. Seiring berjalannya waktu, saya mendapatkan kenalan seorang dokter yang tentu tidak lain kami kenal transaksi alat-alat medis itu. Singkat cerita, kami menjadi sahabat dekat dan terlampau dekat dan akrab. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan bisnis alat-alat medis ini secara bersamaan. Janji yang ia tawarkan adalah dia memiliki relasi yang luas dengan teman-teman dokternya. Tentu saya tak akan menolak dengan tawaran yang menggiurkan itu. Begitu bisnis kami berjalan dengan cukup lancar dan profit yang kami dapat naik cukup signifikan meskipun masih terhitung satu tahun berjalan. Kami semakin bersemangat untuk memperluas jaringan bahkan ke luar negeri. Saya pun secara tidak langsung juga mengenal dekat para dokter-dokter dan para petinggi rumah sakit. Namun, malapetaka itu datang. Semua keuntungan hasil bisnis kami dibawa kabur teman saya itu. Saya ditipu. Dia ternyata bukan dokter seperti yang dia kenalkan pada saya. Dia hanya petugas rumah sakit yang memang kebetulan memiliki relasi dengan para dokter-dokter. Disitulah momen keterpurukan saya. Saya tidak memiliki apa-apa lagi.” Mata Faroz berkaca-kaca dengan pandangan terarah pada satu titik saja. Menerawang masa-masa yang telah lalu.

           “Kemudian, saya seperti dihampiri malaikat penolong. Dia kali ini benar-benar dokter yang tidak hanya jenius tetapi juga kaya raya. Dia telah mengetahui saya tapi saya tidak mengenalnya. Sebut saja Mr. S. Kami akhirnya berkenalan dan saling mengenal satu sama lain. Dengan kejeniusannya dia menawari saya untuk membangun sebuah pusat kesehatan yang lain daripada yang lain. Ini bisa dibilang terobosan di bidang kesehatan. Dia mengatakan sangat menguntungkan karena akan menjadi bisnis jangka panjang. Saya pun tak mungkin tak tertarik. Kami akhirnya sepakat. Dia menangani masalah pelayanan dan penelitian, sedangkan saya di bagian manajemen dan keuangan. Saya di sini merasa sangat dipercaya olehnya. Mr. S sungguh orang baik. Melalui kejeniusannya bisnis kami berkembang pesat. Ya, bisnis yang saya maksud itu bergerak dibidang kesehatan. Mr. S telah berhasil dengan penelitiannya,” Faroz menjeda ceritanya lalu memelankan volume suaranya, “membuat orang awet muda.”

           Rhaen sudah menduga, tapi tetap saja ia kaget karena yang menuturkan adalah dari pemiliknya langsung.

           “Tapi sayang sekali, saya harus menanggung kesedihan yang tak terkira. Mr. S meninggal dunia akibat kecelakaan. Maka setelah itu bisnis itu harus saya jalankan sendiri. Dan seperti inilah sekarang bisnis itu.” Rhaen menangkap ada nada bangga yang tersirat dari kalimat Faroz. Rhaen hanya bisa mengangguk menandakan kepahaman.

           “Apa laporan yang kau bawa Mr. Raze?” Tanpa aba-aba atau transisi, pertanyaan itu terlalu menukik datangnya. Rhaen gelagapan menangani situasi.

           “Begini Tuan, setelah saya coba mempelajari sistem server SIFAR. Secara keseluruhan cukup sulit untuk dapat menyimpulkan adanya kesalahan dalam sistem. Saya sedang mencoba cara lain untuk dapat menggunakan pendekatan yang lain. Tentu hal ini sudah saya diskusikan dengan para senior di ruang server. Saya akan membuat semacam riset kecil-kecilan untuk mengetahui tren dari data-data yang berhasil dihimpun dan dikontrol oleh server setidaknya selama 5 sampai 10 tahun ke belakang. Tentu nanti saya akan mengambil sampel data dari beberapa pelanggan. Saya kira hal ini juga memerlukan waktu. Tapi saya bisa menjamin dengan hasil riset ini nantinya akan berguna untuk menjadi acuan untuk melakukan evaluasi ataupun penyesuaian ke depannya.”

Lihat selengkapnya