Rey Agung Pratama, Inspektur Polisi Dua, 25 tahun tapi sudah banyak mengambil lintas fungsi bagian.
(Inspektur Polisi Dua (IPDA) adalah pangkat pertama setelah dinyatakan lulus dari pendidikan taruna selama 4 tahun. Pendidikan taruna adalah pendidikan yang ditempuh lulusan SMA/SMK yang masuk akademi kepolisian. Setelah lulus dan menjadi IPDA, biasanya ditempatkan di salah satu dari 5 fungsi kepolisian: 1. Fungsi Lantas (Lalu Lintas), 2. Fungsi Reskrim (penyidikan kasus), 3. Fungsi Samapta (Patroli dan pengaman massa), 4. Fungsi Intelkam (pengumpulan informasi dan data))
Lulus SMA di 2016, Rey langsung masuk Akademi Kepolisian atas permintaan Ayahnya yang merupakan Kapolda Jakarta Pusat. Walaupun bukan cita-citanya, tapi menjadi polisi bukan pilihan yang buruk juga. Rey menikmati proses pembelajaran selama empat tahun sebagai Taruna. Ia belajar, bertugas, berprestasi dan tentu saja juga berpacaran.
Lulus sebagai Taruna, ia langsung menjadi Inspektur Dua Polisi dan meminta Ayahnya untuk menempatkannya di fungsi Lantas. Sebenarnya, Ayahnya tidak setuju tapi Rey memaksa karena teman-temannya banyak di Lantas. Ibunya bahkan meminta Ayahnya kali ini memahami dan menuruti Rey. Akhirnya Ayahnya setuju.
"Tau begini, dari dulu aku minta bantuan Ibu pas Ayah maksa aku masuk akpol," gumam Rey saat telepon Ibunya di asrama.
"Kalau itu Ibu gak akan bantu. Ibu juga mau kamu masuk akpol, makanya Ibu diam aja."
"Tapi cita-citaku bukan polisi, Bu."
"Tapi kamu anak Ibu Ayah satu-satunya, Rey. Kami berdua dari kepolisian. Itu kenapa kami mau kamu juga punya karir yang sama. Bahkan kalau bisa, pasanganmu dari polisi juga."
"Halo? Bu? Signalnya jelek bu, udah yah, besok lagi."
Rey langsung akhiri panggilan karena obrolannya sudah tidak seru. Yang penting tujuan Rey sudah tersampaikan yaitu berterima kasih karena telah membantunya masuk Lantas.
Rey bertugas sebagai IPDA Lantas dibawah kanit lantas (kanit Lantas adalah kepala unit polres lalu lintas.)
Sesuai prediksinya, Rey sangat menikmati menjadi polantas. Ia dan teman-temannya menjadi yang paling semangat untuk turun ke jalanan, siap melakukan agenda operasi zebra, razia motor dan mobil, mengejar pengendara nakal apalagi kalau masih pelajar, bahkan sampai kenalan dengan pengendara cewek cantik. Kebetulan ia memang baru putus. Disitulah mereka tukeran nomor telepon sampai akhirnya pacaran. Semua terasa menyenangkan, menegangkan dan seru sampai akhrinya covid19 menyerang dan semua akses jalan ditutup. Untuk pertama kalinya, Rey merasa sisi serius dalam fungsi kepolisian dan hukum. Bagaimana Rey membantu pemakaman pasien covid19 yang sebenarnya bukan meninggal karena covid.
Tiba-tiba Rey dapat surat mutasi ke Reskrim, perintah langsung dari Ayahnya. Rey kesal karena Ayahnya selalu begini. Tidak pernah ada diskusi terlebih dahulu dengannya.
"Posisi penyidik sedang kosong dan harus cepat terisi," ucap Irjen Pol. Drs. Rudy Sanjaya Pratama, S.H., M.Si. Ayah Rey di ruang kerja Polda Metro Jaya Jakarta Pusat.
"Daripada fungsi kamu gak jelas, lebih baik belajar ke yang lebih serius!" tegas Ayahnya lagi.
"Justru fungsi yang gak jelas ini sedang aku seriusin, Yah. Ayah pasti gak tau kan, banyak diagnosa kematian palsu dari pasien covid."
Ayah Rey terdiam.
"Ayah hanya ingin kamu lebih cepat berkembang. Masuk Reskrim, disana cocok untuk kamu cepat naik pangkat."
Rey terdiam tidak ada kata-kata lagi. Andai orang lain, mungkin kepalan tangannya sudah ia layangkan sejak awal.
Rey paling tidak suka pada sesuatu yang tiba-tiba terjadi tanpa tahu penjelasannya. Ia benar-benar sedang tidak suka keluarganya. Ponselnya bunyi, sebuah pesan masuk yang saat ia buka dari pacarnya yang marah karena Rey slow respon. Rey langsung putusin malam itu juga. Rey benar-benar kesal dengan semuanya.
2022, Rey resmi masuk ke bagian penyidik di Reskrim Jakarta Pusat. Walaupun didorong oleh rasa keterpaksaan. Namun, dari covid ia belajar bahwa sepertinya banyak kasus yang harus ia bongkar kebenarannya. Salah satunya adalah kasus kematian pasien akibat vaksin menyita perhatian Rey. Bekerja sama dengan dokter forensik yang menyatakan kalau pasien meninggal karena henti jantung bukan karena vaksin sesuai penyataan rumah sakit. Rey dan tim melakukan penyidikan ke bagian rumah sakit yang Rey rasa sangat menantang dan seru. Bagaimana ia mencari fakta dan bukti sampai menangkap beberapa oknum terduga hingga akhirnya menjadi tersangka. Manajemen rumah sakit resmi dibekukan akibat penyataan palsu pasien meninggal karena vaksin pemerintah padahal penanganan henti jantung yang lambat akibat birokrasi rumah sakit. Kasus tersebut ramai di sosial media. Nama Rey, banyak di cari media namun Rey sangat tidak suka dengan liputan, jadi ia menghindari. Doker forensik yang kerja sama dengannya bangga dan mengajak Rey makan malam. Rey tidak keberatan dan mereka makan malam berdua di kafe pilihannya yang penuh dengan bunga. Sang dokter cerita ia sangat suka dengan bunga, ia harap Rey tidak keberatan ia bawa kesini. Rey ketawa harusnya ia bawa bunga. Sang dokter juga ketawa mengatakan, tidak malasah, Rey sudah seperti bunga. Mereka berdua ketawa. Beberapa minggu kemudian, Rey posting foto dengan sang dokter dengan tanda emoticon love.
Lalu, kasus-kasus lain bermunculan membuat Rey turun dalam penyidikan sampai akhirnya di suatu makan malam, sang dokter minta putus daripada mereka tidak pernah saling mengabari. Rey memberikan penjelasan pekerjaannya dan minta agar mereka saling memahami. Sang dokter tidak mau kalah, ia juga banyak pasien tapi ia selalu bisa mengabari. Kalau ia bisa, Rey juga harus bisa. Rey terdiam lalu langsung setuju untuk putus, ia gak bisa. Sang Dokter kesal dan rasanya mau nangis. Ia katakan kenapa Rey gak pernah berusaha untuknya? Ia selalu berusaha selama ini. Ia tanya, apa selama ini Rey hanya main-main dengannya? Rey terkekeh menilai usahanya gak berarti apa-apa selama ini. Rey beranjak karena sudah berakhir juga. Sang Dokter mengungkit, bahkan Rey nggak pernah memberinya bunga, padahal ia sudah sering minta, Rey selalu lupa dan gak pernah bawa. Itu yang disebut berusaha?! Rey terdiam lalu pergi.
Bagaimana Rey tidak setuju putus. Ia sedang pusing dengan kasus penyidikan pembunuhan ASN oleh pejabat tinggi pemerintah. Kasus kali ini cukup rumit dimana beberapa kali Rey didatangi oleh ajudan terduga untuk diskusi dan mediasi. Namun, Rey tidak tertarik untuk negosiasi. Bahkan untuk pertama kalinya, Rey mendapat teror geng motor yang hampir menabraknya saat lari pagi di lingkungan asrama. Rey sangat kesal dan mendatangi Ayahnya. Bukan, bukan untuk minta pertolongan. Tapi untuk memantapkan penyidikan. Rey yakin, Ayahnya tahu kronologi sebenarnya tentang kematian ASN.
"Pilihan kamu ada dua, Rey. Hentikan penyidikan. Atau terima resiko apapun," ucap sang Ayah.
"Apa yang Ayah pilih kalau jadi aku?"
Ayahnya terdiam.
Rey terkekeh, "Aku udah tahu jawaban Ayah. Aku akan tetap lanjutkan penyidikan, Yah. Apapun resikonya."
Rey pergi dengan emosi yang mengumpul di dada. Bagaimana tidak, pasti Ayahnya akan memintanya hentikan penyidikan demi bisa naik pangkat disaat sesungguhnya ia tahu kebenarannya seperti apa. Hanya saja memang, lawannya kali ini cukup kuat karena punya peran penting di pemerintahan.
Berbulan-bulan melakukan penyidikan sampai pengumpulan draft final persidangan terduga pembunuhan akan dimulai pada Juni, 2024.
Tiba-tiba Rey dapat surat mutasi ke Samapta. Rey langsung lempar suratnya dengan emosi. Ayahnya minta Rey diam dan menerima instruksi. Rey membentak gak mau. Ibu Rey berusaha menenangkan keduanya.
"Aku gak tahu, Ayah dapat sogokan berapa atau ancaman apa sampai melakukan ini. Tapi mana sumpah negara yang Ayah ucapin dulu?! Siapa yang Ayah lagi lindungi? Korban atau Pembunuh?!"
Ayahnya menepuk bahu Rey, "Nanti kamu akan paham sendiri."
Rey menepis tangan Ayahnya dengan kesal.
Beberapa hari kemudian. Rey resmi pindah ke Samapta. Tapi tetap saja, ia tidak rela melepaskan penyidikannya yang sudah setengah jalan. Beruntungnya, penyidikan ini dilanjutkan oleh Ipda Gurn. Rey kenal baik karena dulu mereka satu pleton. Menurutnya, Ipda Gurn sangat bisa diandalkan untuk memecahkan kasus tinggi seperti ini. Nilainya dulu selalu bagus. Pemikirannya kristis dan logis. Rey bahkan belajar banyak.
Itu kenapa beberapa kali mereka bertemu membahas draft demi draft penyidikan, Rey selalu pastikan agar keputusan penyidikan mereka tidak berbeda. Ipda Gurn ketawa dan memberikan hasil penyidikan baru kalau terduga saat ini di persidangan itu kemungkinan bukan terduga sesungguhnya. Rey terdiam. Ipda Gurn menjelaskan hasil penyidikannya dengan runtut. Rey tidak menyangka akan sepelik ini. Ipda Gurn minta Rey jangan khawatir, persidangan tetap lanjutkan saja, ia sedang siapkan hadiah untuk menangkap tikus. Rey menghela nafas dan tanya Ipda Gurn, apakah ini akan berhasil? Ipda Gurn terdiam, lalu mengingatkan kalau cita-citanya mau jadi Ultraman. Ia akan menangkap kejahatan. Rey ketawa, ia sangat percaya. Ipda Gurn janji akan bawa pelaku sesungguhnya ke televisi. Rey ketawa katakan ia akan traktir martini. Ipda Gurn jabat tangan, deal. Rey setuju, deal.
Persidangan di lakukan dan disiarkan oleh seluruh media. Rey termasuk yang menonton walaupun hasil persidangan belum ada.
April, 2024. Saat sedang mengendarai mobil patroli, Rey tetiba rem mendadak begitu mendengar berita di radio bahwa Ipda Gurn ditemukan meninggal. Tangan Rey seketika gemetar dan langsung menelepon Kanit Intel penyidik memastikan kebenaran itu. Ternyata benar.
Pemakaman dilakukan. Rey dan Ayahnya hadir menyaksikan penguburan Ipda Gurn yang meninggal saat sedang tidur. Rey tidak ada ekspresi apapun memandang peti yang masuk ke liang tanah. Yang hanya terbesit di benaknya adalah kalimat Ipda Gurn yang mengatakan cita-citanya menjadi ultraman, ia akan menangkap kejahatan.
Saat perjalanan pulang, Ayah Rey yang menyetir mobil jelaskan kalau hasil otopsi menyatakan aman bahkan kondisi tubuh juga utuh dan tidak meninggalkan bekas luka sedikitpun. Rey potong karena dia tahu pelaku sebenarnya. Ayahnya hanya terdiam saja. Entahlah, Rey hanya merasa semakin ia mendalami semua bentuk pelindungan dan hukum dari kacamata seorang polisi, rasanya sangat sulit jika semua hal harus berjalan sebagaimana mestinya.
"Sekarang kamu tau kan, siapa yang Ayah lindungi?" ucap Ayah Rey.
Rey terdiam.
"Tugas kita memang untuk melindungi. Tapi, kita tidak bisa melindungi semua bagian, Rey."
-----
Hari-hari berjalan seraya memudarkan idealisme Rey yang selama ini teguh dalam berkarir. Rey tersadar betapa Ayah dan Ibunya sangat menyanyanginya. Betul, jika Ayahnya bilang tidak semua bagian dapat dilindungi. Itu kenapa, Rey menyakinkan diri untuk hanya akan melindungi yang ia sayangi saja.
-----
Rey kenalan dengan seorang mahasiswi cantik saat mereka ketemu di acara kenegaraan menjelang pemilu 2024. Namanya, Alika Braja Handoko. Anak dari salah satu diplomat yang adalah teman Ayahnya juga. Beberapa minggu kemudian, Rey repost foto dari gadis itu dengan tanda love. Mereka resmi pacaran. Bahkan foto profile Rey berganti dengan foto mereka sedang berangkulan. Jujur, Lika adalah pacar Rey paling muda. Selama ini, Rey sudah punya 5 mantan. 1 seusianya. 4 lebih tua diatasnya. Jadi, mengenal Lika yang usianya 3 tahun lebih muda darinya seperti memiliki adik kecil yang manja dan mungkin karena cantik, jadi Rey sangat senang dan cenderung nurut.
Lika sangat perhatian dan suka sekali cerita, Rey selalu mendengarkan dan meluangkan waktu untuk telepon. Termasuk saat sedang patroli karena memang kesepakatan mereka berdua juga untuk 1 hari minimal 1 video call. Rey nego, kalau ia sedang capek, ia bisanya telepon. Lika setuju tapi tetap harus kirim pap. Rey mengangguk. Lika selalu punya jadwal bulanan mereka pergi malam mingguan. Bahkan ada rundown juga. Rey sangat terhibur karena Lika benar-benar sedetail itu. Lika katakan ia paham Rey pasti sibuk. Rey langsung memeluk Lika yang sangat senang juga.
Rey pikir, diusianya yang masih muda, tapi Lika punya sisi dewasa dibanding mantan Rey yang lain. Rey merasa sangat dipahami oleh Lika. Jadi, dengan apa yang Lika mau dan lakukan, Rey pasti akan selalu mengikuti saja. Seperti mau pergi makan ini itu, Rey selalu ayo dan ikut. Kalau Rey tidak suka tempatnya, Lika selalu tanya Rey mau kemana dan mereka bisa pindah.
Pernah suatu waktu saat perayaan first anniversary, Lika sudah reservasi kafe lucu di Jakarta yaitu The Garden. Tapi Rey yang memang tidak tahu akan kesana, keberatan dan mau pindah. Mereka sempat ribut karena Lika sudah setting acara juga. Rey tegas bilang mau tetap makan atau pulang. Lika kesal menyebut makan. Rey ambil kendali untuk ajak makan ditempat lain. Mereka makan di Solaria. Lika benar-benar kesal. Tapi tidak lama-lama, karena Rey bawa hadiah untuk Lika. Lika tersanjung saat membuka hadiahnya tas dan kamera. Lika sangat suka dengan art graphic. Lika ambil foto berdua dengan Rey lalu masuk ke instagram Rey untuk upload foto anniversary mereka di instagram story Rey. Rey hanya tersenyum melihat itu.
Tetiba berita dari televisi restoran itu muncul bahwa peringatan darurat militer terhadap revisi uu pilkada. Senyum Rey memudar melihat berita itu.
"Sayang, ini aku posting di feed instagram kamu yah?" tanya Lika.
"Iya sayang, posting aja," jawab Rey sibuk chat dengan Danki Irvan, tentang berita yang ia dengar apakah akan ada agenda demo? (Danki adalah Komandan Kompi. Menaungi beberapa pleton yang diketua Komandan Pleton atau Danton)
-----