Mobil Rey terhenti depan lobby sebuah hotel bintang lima. Anna panik noleh ke Rey, makan disini?
Rey mengangguk, "Kamu bilang mau makan berdua aja kan?"
Anna terdiam, iya sih, tapi ia tidak pikir akan di hotel juga.
Rey berikan kartu kreditnya, "Kamu aja yang pesen. Passwordnya, tanggal lahir aku belakangnya 0. Aku mau pergi dulu."
"Mau kemana?"
"Ada yang mau aku beli dulu."
Rey mendekat ke Anna.
Anna mundur kaget dan tegang.
Rey buka sabuk pengaman Anna, "Kamu langsung pesen, aku juga laper."
Anna menatap Rey dalam. Jantungnya berdegup sangat kencang, itu kenapa ia langsung buka pintu dan keluar. Rey tersenyum dan langsung lajukan mobil.
Anna terdiam melihat beberapa saat di luar. Hingga petugas datang menawarkan bantuan. Tapi Anna panik menyakinkan ia baik-baik saja dan langsung masuk. Ia ke resepsionis yang memproses pesanan kamar dan makan. Resepsionis itu beberapa kali memperhatikan Anna apalagi melihat atas nama pemilik kartunya. Anna jadi tidak nyaman dan hanya main handphone memandang isi pesan Rey. Anna segera langsung pergi begitu mendapatkan kunci. Resepsionis itu melotot langsung bicara ke temannya kalau berita mereka berdua tidur bareng itu ternyata benar. Temannya bingung, siapa? Resepsionis itu semakin melotot Rey dan Anna. Temannya semakin bingung, mereka siapa?
Untuk beberapa menit, Rey datang ke kemar bawa beberapa kantong cemilan. Anna yang duduk di sofa hanya merasa canggung melihat Rey. Padahal ini bukan pertama kalinya mereka di kamar.
"Belum dateng makanannya?" tanya Rey.
Anna menggeleng, "Am, Rey tadi resepsionisnya kayak tahu kita berdua kesini deh."
"Tahu gimana?"
"Dia lihatin aku terus. Dan kartunya atas nama kamu. Dia pasti lihat kamu dateng. Semoga gak ada berita baru setelah ini."
Rey tersenyum dan duduk jongkok depan Anna, "Ini hotel bintang lima. Privacy tamu nomor satu. Tenang aja."
"Kalau kali ini beritanya muncul. Aku gak tahu lagi mau bilang apa."
Rey pegang tangan Anna, "Kamu gak perlu bilang apa-apa. Malam ini aku mau kita makan tanpa mikirin apapun."
Anna terdiam memandang Rey. Napas dadanya mulai tidak beraturan.
"Kita mau coba gak?" tanya Rey.
Anna bingung, sangat bingung.
"Kalau kamu gak mau, bilang. Habis makan kita langsung pulang."
"Ayo, kita coba," Anna pegang tangan Rey.