Mutiara Samudra

ayu melati
Chapter #6

TRAGEDI LARI ESTAFET

Pulang sekolah, anak-anak kelas lima tidak langsung pulang karena harus mengikuti latihan lari estafet. Lapangan belakang sekolah yang tak terlalu luas—cukup untuk lapangan sepak bola mini—menjadi saksi riuhnya sore itu. Pak Selamat, guru olahraga, datang membawa peralatan dan membagi murid-murid menjadi beberapa kelompok.

Muti sempat memprotes keras saat tahu Samudra masuk ke kelompoknya. Ia meminta Pak Selamat mengganti si anak tetengil itu. Tentu saja Pak Selamat menolak dan menyuruh Muti segera menentukan urutan pelari.

"You see.. I'm not like a boss, I'm the boss." Ucap Sam sambil mengedipkan mata pada muti yang dibalas dengan meludah dan menepuk dahinya tiga kali.

Anak-anak lain hanya berbisik-bisik, membiarkan Samudra yang kelewat percaya diri. Urutan pun disusun: Afif sebagai pelari pertama yang terkenal paling cepat, disusul Ali, Samudra, dan Muti di posisi penentu.

Peluit berbunyi. Sorak-sorai riuh rendah memenuhi lapangan.

Afif berlari melesat meninggalkan lawan-lawannya, lalu menyerahkan tongkat estafet ke Ali. Ali meneruskannya ke Samudra. Giliran Samudra sebagai pelari ketiga. Dengan dada busung dan cengiran khasnya, Samudra menerima tongkat itu lalu berlari kencang menuju Muti yang sudah menunggunya di ujung lintasan.

Muti menunggu dengan dada berdebar. Kemenangan sudah di depan mata!

Namun, nasib berkata lain. Tepat beberapa langkah di depan Muti, Samudra tersandung kakinya sendiri. Tubuhnya tertekuk hingga ia jatuh terjerembap ke depan. Dalam upaya mencari pegangan, tangan Samudra menggapai-gapai udara dan...

Tangannya meraup celana olahraga Muti. Kain itu melorot seketika seiring tubuh Samudra yang tersungkur ke tanah.

Suara sorakan mendadak senyap. Detik berikutnya, lapangan meledak dalam kehebohan luar biasa.

Muti membeku di tempat dengan wajah merah padam. Ketika Samudra mendongak dari tanah, ia menyadari celana Muti ikut tertarik turun. Tontonan gratis di tengah lapangan tak terelakkan.

"HA HA HA! MUTI KOLOR IJOOO!" teriak salah satu anak laki-laki. Anak-anak lain bersorak dan tertawa terbahak-bahak menyaksikan tragedi tersebut.

Lihat selengkapnya