My Andrean

Gita Oktavia
Chapter #2

#2 : Pertengkaran Pertama

Awan masih mendung. Hatiku kepalang kalang kabut. Aku memilih menarik nafas dalam dengan keadaan yang agak mengesalkan. Bagaimana tidak? Aku harus terjerumus dalam kehidupan cerita lelaki cuek. Kesabaranku selalu teruji terlebih aku adalah orang yang tidak sabaran. Terkadang aku bertanya pada hati sendiri.

 "Cinta ini apakah hadiah atau kesengsaraan?"

 Pagi itu aku masih sempat melihat Andrean berjalan dengan kaki tegapnya. Itu terdengar lucu sekaligus miris. Aku hanya tidak bisa membedakan bahwa berpacaran dengan lelaki berkepribadian cuek sama halnya dengan aku yang berpacaran dengan mesin robot.

Kau tau mesin? Barang yang tidak peka, tidak mau ambil pusing, dia cenderung tidak memiliki hati karena kelakuannya sudah macam robot hidup. Sepulang bekerja dia hanya akan berkutat pada game, dunia edit mengedit, melupakan semua kepusingan dan santai. Itulah kenapa aku membenci robot yang sekarang malah menjadi pacarku.Seharian aku bisa tidak disapa oleh dirinya.

Aku kesal sendiri, tetapi aku selalu ingin kembali kepadanya meski tau rasanya diabaikan. Duniaku berubah semenjak mesin robot itu menemani hari-hariku. Dia seperti bergentayangan tetapi tidak mengganggu. Sudah kuduga, menjalani hidup dengannya dan dengan semua perbedaan, inilah mimpi buruk yang harus kujalani. Benar, mungkin pacarku adalah seorang robot.

Sore itu, aku kembali pulang dan duduk diantara jejeran kursi agak belakang. Dengan hati yang masih kesal sebenarnya kepada pacar yang sudah membuat hidupku berubah. Tak segut, aku menutup mataku dan menunggu karyawan lainnya duduk mengisi tempat duduk. Lestari menarik aku sedikit lalu ia duduk disebelahku. Membangunkanku agak mengguncang.

Diawal ia sudah ketawa sedikit. Aku melongo agak kebingungan. Sinyal kabar dari mesin robot itu rupanya akan menjadi pembahasan yang empuk sepanjang perjalanan menerobos tol cileunyi sampai tol buah batu, Bandung.


"Aku udah cerita semua sama dia. Dia pikir kamu ngambek gara-gara dia sempet edit foto kamu terus dijadiin status whatsapp" ungkapnya.


"Hah status whatsapp? Foto yang mana? Maksudnya gimana?"tanggapku tidak paham.


"Iya semalem tuh dia gak whatsapp soalnya lagi ngedit foto kamu, terus sempet di bikin status, eh terus kamu chat dia marah-marah. Makanya dia langsung hapus."


Lihat selengkapnya