My Family Secret

Mohamad Novianto
Chapter #1

Prolog

Namaku Dio. Ini rumah baruku. Rumah yang berdiri di depanku berkat perjuangan kedua orang tuaku. Setelah berpindah-pindah dari rumah kontrakan ke kontrakan lain. Dari Malang, Solo, hingga ke kota ini. Akhirnya kami punya rumah sendiri. Berkat perjuangan kedua orang tuaku demi kehidupan anak-anaknya. Aku, kakakku Dara dan adikku Dea,

Rumah ini hadir dari tangan ibuku yang arsitek dan bapakku yang lulusan teknik sipil. Aku yakin siapapun akan mengagumi tampilan rumah ini. Kamarku paling depan. Sekarang aku punya kamar yang besar. Hamparan taman akan terlihat begitu jendela dibuka. Kamar Kak Dara dan Dea tidak kalah besar di lantai dua. Mereka sudah tidak satu kamar lagi. Ada balkon di depan kamar mereka. Mereka ada di sana, Setelah hampir seharian sibuk mengatur barang masing-masing. Kulihat mereka begitu bahagia. Seperti aku. Terutama Kak Dara. Sudah lama dia ingin punya kamar sendiri.

Aku ingat dulu, saat kami pindah dari Malang ke Solo. Sepanjang perjalanan, Kak Dara tidak bicara. Mungkin karena di Malang dia sudah banyak teman. Kak Dara pintar bergaul dibanding aku dan Dea. Waktu itu mama papa membiarkan saja Kak Dara begitu. Aku melihat ada rasa bersalah di mata mama papa. Karena aku merasa Kak Dara adalah anak yang paling disayang. Tapi saat pindah ke sini, kami bertiga meninggalkan kota Solo dengan perasaan suka cita. Seperti perasaan hari-hari ini menempati rumah ini.

Yang aku tahu, kedua orang tuaku sama-sama yatim piatu. Mereka bertemu saat kuliah di Surabaya. Mungkin mereka sudah ditakdirkan untuk menjadi pasangan. Berjuang bersama untuk mengejar mimpi bersama. Tidak mudah kurasa. Bahkan penuh rintangan. Saat mereka lulus dan menikah, terjadi krismon. Mereka harus bekerja apa saja saat mengawali rumah tangga. Sampai akhirnya mereka dapat tawaran jadi dosen di Malang. Aku dan Kak Dara lahir disana.

Lihat selengkapnya