My Family Secret

Mohamad Novianto
Chapter #14

Kepergian Nela

Dio menutup pintu toilet. Jantungnya berdegup keras. Kabar yang telah beredar cepat di sekolah pagi ini membuatnya shock. Pembicaraan tentang kematian Reno jadi berita besar di kalangan murid-murid. Reno semalam bunuh diri di rumahnya dengan membakar diri. Dio duduk terpaku di atas kloset, mencoba menenangkan diri. Dia tidak menyangka kejadiannya akan setragis ini. Rencananya hanya memberi pelajaran pada Reno atas sakit hati kakaknya. Neo mencoba menghubungi Nela. Tapi panggilannya tidak pernah diangkat.

Sepulang sekolah, Dio langsung menuju rumah Nela. Tapi langkah Dio tertahan begitu masuk pekarangan. Bunyi perabotan pecah dan benda dibanting terdengar keras dari dalam.  

“Papa berharap kamu tidak dilahirkan! Sia-sia mama melahirkan kamu!” suara laki-laki dewasa terdengar keras dari dalam disusul suara gebrakan benda keras.

Dio pun mengurungkan niatnya bertemu Nela. Dia langsung berbalik menuju rumahnya.

 

***

 

Beberapa saat Dio dan Dara hanya saling pandang. Setelah tadi Dio sampai rumah, Dara memanggil ke kamarnya. Dara sudah tahu berita kematian Reno dari Gaby.

“Nggak mungkin Reno bunuh diri,” guman Dara pelan,”Aku tahu Reno kayak gimana.”

Dio masih diam. Dia tidak akan menceritakan kejadian yang sebenarnya.

“Dimana Reno meninggalnya, Kak?” tanya Dio ingin memastikan.

“Kata Gaby, di paviliun…” jawab Dara,” Itu paviliun kan jarang dipakai…”

“Emang Reno tidur di situ ya, Kak?”

“Reno nggak pernah masuk ke paviliun, Dio… Tapi CCTV di rumahnya merekam dia lagi jalan ke paviliun jam sepuluh tadi malam… Aneh banget…”

“Mungkin Reno jalan sambil tidur…” Dio mencoba menebak.

“Bisa jadi… Tapi aku tetep nggak bisa percaya…” pandangan Dara menerawang.

“Nggak ada penyelidikan polisi, Kak?” takut-takut Dio bertanya.

“Ya, karena ada bukti CCTV… Polisi bilang ini kasus bunuh diri… Tapi keluarga Reno tetep nggak terima…”

Dio terdiam. Ada kelegaan dalam dirinya setelah mendengar cerita Dara. Tapi rasa bersalah itu tetap menghantuinya.

“Tapi ada satu lagi yang aneh menurutku…” kini Dara menatap Dio.

“Apa itu, Kak?”

“Gaby kayak nggak sedih waktu cerita tentang Reno ke aku…”

 

***

 

Malam ini Dio tidak bisa tidur. Dan mungkin juga untuk malam-malam berikutnya karena perasaan bersalah itu makin menghantuinya. Apalagi kejadian kemarin malam sudah melibatkan Dea adiknya, Ziko temannya dan juga Nela atas keputusannya. Dari tadi nomor Nela tidak aktif saat Dio hubungi.

Hingga pukul satu, jendela kamar Dio diketuk. Nela datang menemui Dio. Seperti biasa, Nela memakai tudung jaketnya. Begitu masuk kamar, Nela hanya diam duduk di kursi. Dio bisa lihat mata Nela yang mulai berair. Pelan Dio membuka tudung jaket Nela. Dan di pipi Nela terlihat lebam bekas pukulan. Lama Dio dan Nela diam saling tatap. Bahkan Dio sudah tak peduli dengan berita tentang Reno hari ini. Dan Dio tidak akan menceritakannya ke Nela.

“Aku pengen kabur, Dio…” suara Nela pelan.

“Kemana?” tanya Dio

Lihat selengkapnya