02. Pagi Penuh Drama di Mansion
"Ahhh! Kakak tuh nggak mau bantuin aku sama sekali! Mana sih Pak Charlie???? Kalau aku telat, aku bisa dihukum nanti!"
- Veronica Grizella -
~โกโกโก~
Di balkon rumahnya yang terbuat dari kaca, seorang gadis remaja berdiri menikmati pagi yang begitu indah. Matanya memandang lepas ke halaman luas di sekitarnya. Angin semilir membelai rambutnya yang terurai, sementara suara gemerisik dedaunan mengisi kesunyian. Di kejauhan, kawanan burung merpati beterbangan, membentuk pola indah di langit biru cerah.
Di jalanan di bawah sana, daun-daun maple berguguran dengan anggun, menciptakan permadani warna merah, kuning, dan jingga. Gadis itu tersenyum kecil, kagum dengan keindahan alam di hadapannya.
"Sejuk banget ya hari ini. Daun-daun maple ini... indah sekali," gumamnya dengan nada penuh kekaguman.
Namun, lamunannya tak berlangsung lama. Suara nyaring memecah keheningan.
"Kak Livyyy! Kak!" terdengar seseorang berteriak dari lantai bawah.
"Kenapa lagi tuh anak, pagi-pagi udah teriak aja," ucap gadis itu.
Gadis remaja itu menoleh ke arah sumber suara, sedikit terkejut. "Iya, iya! Ada apa?" balasnya, suaranya lembut namun cukup terdengar.
Setelah menarik napas dalam, ia meninggalkan balkonnya yang damai dan melangkah masuk ke kamar. Dengan langkah ringan, ia bergegas menuju tangga, rasa ingin tahu menggelitik hatinya. Siapa yang memanggilnya sepagi ini? Dan apa yang terjadi?
Ia turun ke lantai bawah, untuk menemui seseorang yang memanggilnya tadi, sambil sesekali melirik ke luar jendela, tak ingin sepenuhnya melepaskan pemandangan yang telah memikatnya sejak pagi.
Ya, gadis yang sedari tadi berdiri di balkon itu bernamaย Livy Gabriella.
Livyย adalah seorang gadis remaja dari keluarga kaya raya yang hidup dalam kemewahan. Ayahnya memiliki tiga perusahaan besar yang beroperasi di negara berbeda yaitu diย Prancis, Korea Selatan,ย danย Amerika Serikat,ย sementara ibunya adalah seorang desainer terkenal di Indonesia sekaligus pemilik brand makeup ternama diย Korea Selatanย yang bernamaย Lumiรจre Artiste.
Kedua orang tua nya sangat sibuk dengan pekerjaan dan bisnis mereka masing- masing, hingga membuat Livy dan adik perempuannya, tinggal sendiri di sebuah mansion mewah diย Prancis.
Meski dikelilingi oleh pengawal pribadi dan beberapa asisten rumah tangga, Livy dan adik perempuannya sering merasa terasing dari perhatian orang tua mereka.
Pagi itu, Livy turun dari lantai dua mansion dengan langkah santai.ย Piyamaย pink favoritnya dan rambut yang digerai, tetapi wajahnya memancarkan karisma seorang kakak yang tegas. Di ruang tamu yang luas, dilapisi karpet lembut dan dihiasi lampu gantung kristal, terdengar suara panik adiknya.