๐— ๐˜† ๐—™๐—ถ๐—ฟ๐˜€๐˜ ๐—Ÿ๐—ผ๐˜ƒ๐—ฒ โค : ๐’€๐’๐’– ๐’‚๐’“๐’† ๐’‚ ๐’‘๐’‚๐’“๐’• ๐’๐’‡ ๐’Ž๐’š ๐’๐’Š๐’‡๐’†

Rii Mlny
Chapter #4

๐ŸŽ๐Ÿ‘ : ๐‘๐ฎ๐ญ๐ข๐ง๐ข๐ญ๐š๐ฌ ๐๐š๐ ๐ข ๐‹๐ข๐ฏ๐ฒ

03. Rutinitas Pagi Livy

"Siapa sih yang ganggu??? Lagi asyik nonton malah ada yang nyepam."

- Livy Gabbriella -


~โ™กโ™กโ™ก~

Bibi Eliza,ย seorang asisten rumah tangga, sedang menyapu lantai di dekat ruang kerja Nona Erinaย (Mama Livy & Veronica).ย Tiba-tiba, suara telepon rumah berdering memecah kesunyian. Eliza segera meletakkan sapunya dan bergegas mengangkat telepon tersebut.

"Halo, selamat pagi," sapa Eliza dengan nada sopan.

"Pagi, ini saya Nona Erina," terdengar suara seorang wanita di seberang telepon, suara yang akrab di telinga Eliza.

"Oh, iya Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Eliza pada Nona Erina.

"Tolong sampaikan perintah saya ke Livy ya, suruh buka WhatsApp nya sekarang juga. Dari jam lima pagi saya kirim pesan, tapi nggak ada balasan sama sekali," ujar Erina, sedikit terdengar cemas.

"Baik, Nona Erina. Akan segera saya sampaikan," jawab Eliza sigap.

"Livy ada di rumah kan? Dia nggak pergi ke mana-mana hari ini, kan? Bukannya sekarang dia nggak akan sekolah lagi? Tinggal Veronica saja yang masih mengurus surat izin pindah dari sekolahnya," lanjut Erina.

"Betul, Nona. Tadi pagi sekitar jam tujuh, Nona Livy sempat turun ke lantai dua. Tapi sepertinya Nona Livy masih di sana," kata Eliza, mencoba mengingat.

"Bagus kalau begitu. Tolong segera sampaikan perintah saya ya, Eliza," tegas Erina.

"Siap, Nona. Saya akan langsung cari Nona Livy," jawab Eliza sebelum telepon terputus.

Setelah meletakkan gagang telepon, Eliza segera beranjak mencari Livy. Dia memeriksa ke berbagai sudut rumah-ruang keluarga, kamar tidur, hingga perpustakaan pribadi-namun tak satu pun tempat memperlihatkan keberadaan gadis remaja itu.

Akhirnya, langkah Eliza membawanya ke rooftop. Di sana, di bawah langit pagi yang cerah, dia menemukan Livy berdiri termenung, memandang jauh ke depan.

"Nona Livy," panggil Eliza, suaranya memecah keheningan.

Livy menoleh perlahan. "Eh, Bibi Eliza? Ada apa, Bi?" tanyanya, sedikit terkejut.

"Bibi mau kasih tahu sesuatu," kata Eliza sambil berjalan mendekat.

"Tentang apa, Bi?" tanya Livy.

"Tadi Nona Erina telepon. Beliau minta Nona Livy untuk segera buka WhatsApp nya. Katanya sudah kirim pesan dari jam lima pagi, tapi nggak ada balasan dari Nona Livy."

"Oh... begitu ya." Livy terlihat sedikit terkejut mendengar pesan itu. "Makasih sudah di beri tahu ya, Bi. Saya ke kamar dulu, ya. HP saya ada di sana," ujarnya cepat, lalu bergegas menuruni tangga.

Eliza hanya mengangguk. "Baik, Nona Livy."

~โ™กโ™กโ™ก~

Livy berjalan cepat menuju kamarnya. Begitu masuk, dia melihat ponselnya tergeletak di atas meja rias. Dia meraihnya dengan segera, lalu membuka aplikasi WhatsApp.

Di layar, terlihat beberapa pesan masuk dari ibunya, dimulai sejak pukul 05.10 pagi tadi. Wajah Livy berubah serius ketika membaca isi pesan-pesan tersebut. Livy pun mulai membalas pesan dari Mamanya.

'Tumben Mama nyepam, ada apaan ya? Biasanya dia kan selalu sibuk sama pekerjaannya'ย batin Livy.



Pesan WhatsApp dari Mama


Mama โค

Livy

Hari ini

๐Ÿ“žPanggilan suara tak terjawab pukul 05:10

Hari ini

๐Ÿ“žPanggilan suara tak terjawab pukul 05:20

Hari ini

๐Ÿ“žPanggilan suara tak terjawab pukul 05:35

Mama โค

Kamu belum bangun sayang?

Livy

Eh Mama ๐Ÿ˜…

Maaf Ma ๐Ÿ™๐Ÿป Livy baru bales pesan Mama

Mama โค

Livy, Mama mau kasih tahu sesuatu ke kamu danVeronica

Livy

Kasih tahu apa, Ma?

Mama โค

Mulai hari Minggu kamu dan Veronica akan tinggal di Indonesia selama beberapa tahun ke depan, jadi kamu dan Veronica akan sekolah disana juga

Livy

Pindah?

Memangnya, urusan pekerjaan Mama disana belum selesai?

Mama โค

Sebenarnya dibilang belum juga bukan sih, karena memang punya usaha butik terbesar di Indonesia

Mama harus pantau kinerja karyawan Mama disini, terus masih banyak lagi yang harus Mama kerjakan, mau tidak mau Mama harus tinggal disini selamanya

Jadi begitu

Livy

Ohh, begitu ya

Sampai berapa lama kita akan tinggal disana, Ma?

Mama โค

Kalau soal itu Mama juga tidak tahu, yang pasti lama sekali

Intinya sampai semuanya berjalan dengan lancar

Livy

Lihat selengkapnya