06. Janjian Untuk Jogging Bersama
"Seyakin itu dia bisa bangun lebih pagi? Lucu juga kalau diingat-ingat rekor molornya."
- Livy Gabriella -
~โกโกโก~
Livy keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terasa ringan dan segar. Ia menyalakan lampu kamarnya hingga cahayanya menjadi remang-remang, lalu duduk di depan meja rias. Livy menatap bayangannya di cermin sambil tersenyum kecil.
"Seger banget habis mandi, tapi wangi banget sabunnya tau gitu aku belinya 10 tadi," keluh Livy, menyesali hanya membeli satu sabun mandi yang aromanya begitu memikat.
Setelah mengagumi kesegaran kulitnya, ia pun mulai bersiap. "Skincare time," gumamnya, meraih botol-botol perawatan wajah.
Ia mulai dengan membersihkan wajahnya menggunakan pembersih favoritnya. Setelah itu, ia mengoleskan toner, serum, dan pelembap dengan gerakan lembut yang sudah menjadi rutinitas wajibnya. Di tengah ritual itu, Livy sempat memeriksa hasil belanjaan tadi, mengeluarkan beberapa botol produk perawatan baru yang ia beli di mall.
"Ah, masker ini harus aku coba besok," ujarnya sambil menata produknya di meja.
Setelah selesai, Livy merasa lebih segar. Ia mengganti bajunya denganย Piyamaย favoritnya, lalu berjalan ke sofa kecil di sudut kamar. Dengan segelas teh herbal di tangan, ia segera menontonย Netflixย di PC nya.
"Hm, Drama Korea atau Film Horor, ya?" gumamnya sambil menjelajahi pilihan.ย
Akhirnya, ia memilih drama Korea yang sedang populer, lalu membenamkan diri dalam kisahnya sambil menarik selimut.
Malam itu, meskipun lelah, Livy merasa puas. Hari yang penuh belanja dan kesenangan ditutup dengan ritual yang menenangkan.
~โกโกโก~
Namun di kamar Veronica,,,,
Setelah beberapa bab, Veronica menutup buku novelnya sambil menghela napas panjang. Ceritanya semakin seru, tetapi Veronica mulai merasa sedikit bosan dengan Novel yang ia beli bersama Kakaknya. Ia menutup buku sejenak, pikirannya mulai melayang, merencanakan sesuatu yang lebih aktif untuk esok hari.
"Jogging kayaknya seru deh....Tapi Kak Livy mau nggak ya diajak Jogging bareng???" pikir Veronica. Tak lama, raut wajahnya berubah sebal. "Kadang dia suka nggak mau, alasannya sibuk lah, inilah, itulah, bilang aja kalo aslinya males," ucapnya dengan sebal.
Sebuah ide melintas. "Apa aku tanya dulu aja ya? Siapa tau dia mau. Tanya dulu deh mumpung dia belum tidur, kayaknya dia lagi belum tidur sekarang," putus Veronica.