07. Janji Jogging, Tapi Masih Di Dunia Mimpi
"Makanya, kalau udah janjian tuh jangan begadang. Buruan bangun, kita jogging sekarang!"
- Livy Gabriella -
~โกโกโก~
Di sebuah kamar yang sunyi, hanya terdengar suara burung berkicau dari luar jendela. Seorang gadis yang mengenakan piyama putih menggeliat malas di atas tempat tidurnya. Matanya perlahan terbuka, dan ia menguap lebar.
"Haaaahhh... Hmm, sekarang jam berapa ya?" gumam Livy, sambil meraih jam weker di samping tempat tidurnya. Angka-angka digital di jam itu menunjukkan pukul 06.00 pagi.
Dengan enggan, Livy bangkit dari kasurnya, merapikan selimut, dan membenahi bantal yang tadi berserakan. Setelah semuanya rapi, ia melangkah keluar kamar dengan langkah ringan, meski wajahnya masih dihiasiย "muka bantal."
Di koridor, seorang pembantu rumah tangga sedang melintas sambil membawa tumpukan handuk bersih. Livy segera memanggilnya.
"Bi! Bibi!" serunya dengan nada setengah mengantuk.
Pembantu itu berhenti dan menoleh sambil tersenyum. "Iya, ada apa, Nona?"
"Bibi, Veronica udah bangun belum, ya?" tanya Livy penasaran.
"Sepertinya belum, Nona. Dari tadi saya belum melihat Nona Veronica keluar dari kamarnya. Ada yang penting, Nona?"
Livy menghela napas panjang. "Kemarin dia janji mau jogging bareng pagi ini. Tapi jam segini kok belum kelihatan juga. Jangan-jangan masih tidur, tuh anak."
Pembantu itu mengangguk simpati. "Kemungkinan iya, Nona. Mungkin Nona Veronica masih tertidur pulas. Mau saya bangunkan?"
Livy menggeleng sambil menyunggingkan senyum jahil. "Tidak usah, Bi. Biar saya aja yang bangunin. Makasih ya Bi!"
"Baik, Nona," jawab pembantu itu, melanjutkan pekerjaannya.
Livy melangkah menuju kamar adiknya dengan penuh niat.ย 'Dasar, bikin janji tapi malah molor. Lihat aja, aku bakal bikin dia bangun dengan cara spesial!'ย pikirnya penuh semangat.
Livy lalu berbisik. "Karena kemarin kamu terlalu yakin... Aku bakal kerjain kamu," ucapnya sambil tersenyum misterius, siap melancarkan aksinya untuk membangunkan sang adik.
Setelah membuka pintu kamar Veronica perlahan, ia menemukan adiknya masih terlelap. Veronica, yang mengenakan piyama bergaris biru, tampak nyaman sekali memeluk boneka pink kesayangannya. Selimutnya tersampir acak-acakan, tapi wajahnya terlihat damai dalam tidur.
"Ulu ulu uluuu, nyenyak banget tidurnya Putri Kecil ini," ucap Livy, tersenyum lembut melihat adiknya.
Namun, begitu ia mendengar suara samar, Livy memajukan kepalanya, lalu tertawa kecil. "Busettt, ngorok juga ternyata nih bocah, cantik-cantik ngorok tidurnya, haha," celetuk Livy, terkejut menyadari kebiasaan tidur adiknya.
Livy mendekati ranjang dengan senyum penuh siasat dan segera memotret Veronica yang masih tertidur nyenyak denganย Ponselย miliknya. Sebelum Livy mulai mengerjai adiknya itu, ia mengatur napas, lalu mulai menghitung dengan suara pelan.
"1... 2... 3..."ย ย ย
ย "VEROOONICAAAA GRIIIZELLLAAA, BANGUNNNNNNNNNNN!"ย teriak Livy dengan suara lantang yang memecah keheningan.ย "VERRR, BANGUN! ADA SUNGHOON ENHYPEN DI BAWAH, TUH!"
Veronica tersentak bangun, matanya setengah terbuka, tubuhnya refleks bangkit dari tempat tidur.ย "HAH? MANA, KAK? MANA SUNGHOON ENHYPENNYA???"ย tanyanya panik sambil mengucek matanya.
Livy langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahahahaha! Kena prank, dasar tukang molor! Bangun juga akhirnya kan!"
Menyadari dirinya dikerjai, Veronica mendengus kesal sambil menepuk bantal. "Hiiiih, Kakak nyebelin banget, deh! Aku seriusan tadi!"
Livy mengangkat bahu dengan santai, senyumnya lebar penuh kemenangan. "Ya gimana nggak nyebelin, kamu yang bikin janji, tapi aku yang harus bangunin? Udah, buruan siap-siap. Kita jogging sekarang, ayo!"
Veronica hanya bisa menggerutu kecil sambil beranjak dari tempat tidur. "Iya, iya, dasar Kakak iseng banget."
Livy tak kuasa menahan kegembiraan batinnya.ย 'RASAINN MANG ENAK, WKWKWK. Kebanyakan begadang sih.... Ngakak banget pas ngebohongin dia, dia ada biasnya di bawah, Hahaha,'ย tawa kecil Livy yang merasa sangat terhibur melihat adiknya bangun dengan cara unik itu.
Livy kemudian memperhatikan wajah bantal Veronica sejenak.ย 'Muka bantalnya, mirip kayak kartun bakpau yang viral.. Gembul-gembul gimana gitu wkwkwk,'ย katanya lagi dalam hati.
Livy tertawa lagi, lalu berjalan keluar kamar, merasa misinya sukses besar. Dan pagi itu dimulai dengan semangat-meskipun dimulai dengan sedikit keusilan.
Livy tertawa puas. "Makanya, kalau udah janjian tuh jangan begadang. Buruan bangun, kita jogging sekarang!"
Dengan langkah malas, Veronica akhirnya turun dari ranjang. "Iya-iya. Kakak tega banget sih, ngagetin aku begitu," gumamnya sambil mengucek matanya.
Livy tersenyum lebar. "Yah, ini pelajaran buat kamu biar nggak bangun kesiangan lagi."
Dan pagi itu dimulai dengan tawa kecil di antara kedua saudara yang penuh kasih, meski kadang dengan sedikit usil.
Veronica melangkah gontai menuju kamar mandi, seluruh tubuhnya memancarkan kejengkelan.
"Kesel banget aku sama Kak Livy, kenapa sih dia ngerjain aku kayak gitu," ucapnya, meluapkan kemarahannya yang memuncak dengan teriakan di kamar mandi,ย "KEZELLL KEZELLL."
Di depan cermin, ia meratap. "Padahal pas aku masih tidur enak-enak tuh. Aku lagi mimpi jalan-jalan sama Sunghoon. Eh malah ada suara dia bangunin aku kayak gitu,ย ck. Padahal dikit lagi mau mendekatiย ending, huhu... Tega banget dia ngerjain aku begitu," omel Veronica.
Ia menarik napas dalam-dalam. "Tapi untung aja dia nggak tau, kalau aku lagi mimpiin itu," khawatir Veronica, merasa rahasia mimpinya adalah hal yang sakral.
Saat hendak memutar keranย shower, seringai licik muncul di wajahnya. "Liatin aja aku bakal balas perbuatan dia, kalau ada kesempatan. HA HA HAA,"ย smirkย Veronica, menyusun rencana kembaliย di benaknya ketika ia mempunya kesempatan untuk mengerjai Kakaknya itu, Livy.
~โกโกโก~
Veronica baru saja selesai mandi. Saat ini, ia sedang mengeringkan dan menyisir rambutnya di depan cermin wastafel kamar mandi. Uap tipis masih menggantung di udara.
Tepat setelah ia selesai merapikan diri dan melangkah keluar, ponselnya yang tergeletak di meja bergetar, menandakan adanya notifikasiย WhatsAppย yang masuk.
"Tunggu kayak ada yang ngirim pesan, siapa ya?? Aku liat dulu deh," ucap Veronica.
Veronica segera menghampiri meja kecil di sebelah tempat tidurnya untuk meraih ponsel miliknya.
Ia pun menyalakan ponsel tersebut. Terlihat notifikasi pesan dari grup teman satu sekolahnya.
Veronica membaca pesan-pesan tersebut satu per satu, kemudian mulai membalasnya.
*Btw ini dialog chatnya bahasa Prancis ya Readers ๐๐ป๐. Nanti di bawahnya ada terjemahan Indonesia nya.