Acara hari itu setelah upacara pembukaan Persami yang ditutup dengan salat magrib berjamaah, semua siswa dipersilakan untuk masuk ke ruang kelas masing-masing. Di bagian atas, lantai dua, tempat siswa laki-laki tidur, di lantai bawah diisi oleh siswa perempuan.
Raina masuk ke dalam kelas bersama teman-temannya. Sepanjang upacara pembukaan tadi, fokus Raina hanya tertuju pada Guntur. Raina bahkan sudah tidak sabar bertemu dengan Guntur lagi saat acara api unggun tengah malam nanti.
"Na, ya ampun, ini anak ya, heran aku, ngelamun mulu," ujar Reva terheran-heran.
"Eh, apa, Va? Sorry, aku nggak ngelamun, kok."
"Sudahlah, mau kamu mengelak seperti apa juga intinya tetap kamu itu memang ngelamun. Mikirin apa sih? Mikirin gimana caranya PDKT sama kakak pembina yang baru itu?" ucap Reva santai.
Mendengar hal itu, Raina panik, "Nggak, kok!"
"Tinggal bilang iya saja apa susahnya sih. Ini bantuin dulu gelar tikar sama beresin bangku, buat kita makan malam bersama. Sekalian bahas mau tampil apa di acara api unggun nanti malam," sahut Reva sembari mengangkat satu kursi.
"Harus tampil ya?"
"Iyalah, Raina sayang, setiap regu wajib kasih penampilan entah itu nyanyi, dance, ceramah, apalah terserah, intinya harus ada yang tampil."
"Terus kita rencananya mau tampilin apa, Va?"
"Anak-anak minta dance, sih. Tapi harus ada dua penampilan, nah regu kita kurang satu, nih, harus tampilin apa, aku bingung banget."
"Kalau aku tampil nyanyi sama gitar boleh nggak, sih?" ucap Raina ragu.
"Ya ampun, Na, boleh banget. Duh, aku bakal dukung kamu. Silakan banget, nanti aku pinjam gitar Pak Arfan. Akhirnya sudah ketemu solusinya," ujar Reva lega.
Mendengar itu, Raina juga merasa cukup senang tapi juga gugup. Jujur, dia dari dulu ingin sekali tampil nyanyi sambil gitaran di acara api unggun, tapi dia ragu karena malu. Dan sekarang ia makin malu karena akan tampil di depan crush-nya, Guntur.
"Duh, gimana, nih? Apa dibatalin saja ya? Nanti Reva ngambek, kasihan juga dia kebingungan," ujar Raina dalam hati. "Sudahlah, coba saja dulu kali ya, apa salahnya. Habis makan lumayan ada waktu beberapa jam sampai tengah malam, bisa buat latihan sama cari lagu yang pas."
Setelah makan dan berdiskusi dengan Reva dan teman-teman yang lain, Raina duduk di pojok kelas bergumam pelan menyenandungkan beberapa lagu untuk latihan sebelum tampil di acara api unggun nanti.
Tepat jam 12 malam, acara api unggun dimulai dengan pembukaan dari Pak Arfan yang humoris, diikuti dengan penampilan ala-ala drama dari para adik kelas. Tak lama, giliran regu Raina menampilkan dance yang membuat suasana menjadi semakin riuh dengan kegembiraan. Dan di akhir, Raina maju ke depan membawa gitar untuk menyanyikan lagu dari band Roulette yang berjudul "Aku Jatuh Cinta".