MY FIRST MISTAKE

Niar Puji Cayati
Chapter #9

PEMBUKTIAN

Sore itu Guntur menjemput Raina di hotel tempat dia bekerja. Ia menunggu di depan warung jagung bakar, tepat di depan hotel, sambil celingak-celinguk mencari sosok kekasihnya. Ia sengaja tidak memberi kabar karena ingin memberi kejutan.


Tak lama, terlihat sosok Raina dan seorang pria keluar dari hotel, menuju minimarket di dekat sana. Mereka tampak mengobrol serius.


Melihat itu, Guntur yang diliputi rasa cemburu, membuang jagung bakar yang tengah ia makan dan menginjaknya.


"Sialan! Itu pasti si Zafir!" gerutu Guntur. Ia berniat menghampiri mereka, namun mengurungkan niatnya begitu melihat sosok Zafir meninggalkan Raina dan kembali masuk ke dalam hotel.


Hari itu Raina tidak tahu jika Guntur menjemputnya, jadi dia memutuskan untuk segera memberi Zafir jawaban. Zafir mengajak Raina ke minimarket depan hotel untuk mengobrol.


"Maaf sebelumnya, Pak," ucap Raina tidak enak hati.


"Panggil saja Zafir, Na. Tidak usah terlalu formal," jawab Zafir sambil tersenyum hangat. "Jadi bagaimana? Kamu mau kasih jawaban hari ini?" ujar Zafir memastikan.


"Iya, saya mau kasih jawaban, Pak. Maaf sebelumnya, saya tidak bisa menerima permintaan Pak Zafir. Jujur, Pak Zafir orang yang baik sekali. Dan saya berterima kasih untuk hal itu. Tapi saya sudah punya orang yang saya cintai, Pak," ucap Raina menatap Zafir yang terlihat sangat terkejut.


"Tidak apa-apa, Na. Terima kasih ya sudah mau jujur sama aku. Aku ikut senang kamu sudah menemukan seseorang yang kamu cintai. Sudah, tidak apa-apa, jangan merasa tidak enak sama aku. Aku paham dan bisa mengerti keputusan kamu. Tapi aku harap kita tetap bisa jadi teman dan rekan kerja yang baik, ya?" Zafir mengulurkan tangannya menyalami Raina, yang disambut Raina dengan baik. "Pasti, Pak," ucap Raina pelan.


Sejujurnya dia pasti akan merasa canggung setelah penolakan ini, tapi untungnya Zafir adalah sosok yang ramah dan tidak suka memperpanjang masalah. Ia lebih bisa mengerti dan menghargai keputusannya.


"Ya sudah kalau begitu, aku balik ke hotel ya. Kamu hati-hati pulangnya," ujar Zafir melambaikan tangan pada Raina dan kembali masuk ke dalam hotel.


Percakapan mereka yang terkesan biasa dan santai, tanpa mereka sadari menimbulkan kecemburuan di hati Guntur. Apalagi saat mereka berjabat tangan.


Guntur segera berlari menghampiri Raina.


"Jadi ini yang kamu lakukan di belakang aku? Menghabiskan waktu berdua sama pria lain?" Guntur menarik lengan Raina dengan keras.

Lihat selengkapnya