MY FIRST MISTAKE

Niar Puji Cayati
Chapter #11

TANPA RESTU

Keesokan harinya, dengan perut yang masih mual dan hati yang penuh takut, Raina dan Guntur pulang ke kost orang tua Raina.


Sesampainya di sana, tangis pecah. Ayah Raina marah besar. Kursi di depan kost hampir terbalik karena dibanting. Ibu Raina hanya bisa menangis sambil memeluk Raina.


"Sehina inikah kamu, Na! Ayah berharap banyak sama kamu, agar kamu bisa sukses, punya kehidupan yang lebih baik dari kami. Lihat kami, Na! Kita ini orang tidak punya, rumah saja kita masih ngontrak sepetak. Kita banting tulang sekolahkan kamu, biayai berobat kamu, demi apa? Demi kamu bisa hidup jauh lebih baik dari Ayah dan Ibu kamu ini, Nak. Tapi kamu malah merusak masa depan kamu sendiri. Ayah memang bodoh, tidak becus, tidak bisa jaga dan arahkan kamu ke jalan yang benar. Ayah kecewa, Na, tapi semua sudah terjadi, Ayah bisa apa?" bentak Ayahnya sambil menampar wajahnya sendiri karena merasa gagal sebagai seorang ayah.


Raina hanya bisa bersujud di kaki ayahnya. "Maafkan Raina, Yah... Maaf..."


Guntur ikut bersujud. "Pak, Bu, ini salah saya. Saya akan tanggung jawab. Saya mau nikahi Raina. Saya mohon restui kami."


Hampir semalaman mereka dimarahi, dihakimi, dan dinasihati. Namun akhirnya, melihat kondisi Raina dan melihat Guntur yang bersikeras mau bertanggung jawab, hati orang tua Raina luluh. Dengan berat hati, mereka merestui, demi anak yang ada di kandungan Raina.


"Ingat, Guntur. Jaga anak saya," ucap Ayah Raina dengan suara berat.


Masalah tidak selesai di situ. Saat Guntur membawa Raina ke rumah orang tuanya, sambutannya jauh berbeda.


Keluarga Guntur tidak mau menerima Raina.


Ibu Guntur hanya menatap Raina dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan dingin.

"Ngapain kamu bawa wanita penyakitan ini ke sini? Ibu sudah suruh kamu putus sama dia, kamu malah balikan lagi dan bawa dia ke sini!"

Lihat selengkapnya