My Ghost Family

GAZALI
Chapter #8

BAB 8 — HARI YANG TIDAK BERGESER

Semalam yang Tidak Pernah Berakhir

Malam.

Ayah masih duduk di ruang tengah. Punggungnya membungkuk. Lampu menyala kekuningan.

Koran itu belum berpindah dari meja. Masih terbuka di halaman yang sama.

Ia belum mampu membacanya lagi. Tulisan itu terlalu jelas. Daftar nama itu terlalu nyata.

Yang berputar di kepalanya hanya satu kalimat.

"Aku sudah mati."

Ia menggeleng cepat, seperti mengusir suara itu.

"Bodoh."

"Tidak mungkin."

Ia berdiri, kursinya berderit. Napasnya berat.

"Karjo mulai pikun. Koran lama pun dibawa-bawa kemari."

Ia memutuskan. Ia akan membuktikan semuanya sendiri malam ini juga. Membuktikan kalau Karjo salah.


Kalender Murahan

Ayah berjalan menuju kalender yang tergantung di dinding.

Tanggal. 17 Juli.

Ia tersenyum sinis, memaksakan diri untuk terlihat tenang.

"Bah, kalender murahan."

Ia menyobeknya.

Srek.

Lembar berikutnya muncul.

17 Juli.

Ayah mendengus.

"Hah. Salah cetak."

Ia membuka laci meja. Mengambil kalender cadangan. Masih baru, masih dibungkus plastik. Belum pernah dipakai.

Dibuka.

17 Juli.

Ayah mulai diam. Tangannya berhenti merobek.

Ia membuka lagi lembar berikutnya.

Masih.

17 Juli.

Ia melempar kalender itu ke lantai.

"Tidak masuk akal."

Masih belum percaya. Tidak mau percaya.

 

Semua Tanggal Sama

Ayah mencari logika lain. Pasti ada yang salah cetak.

Ia mengambil koran lama yang menumpuk di bawah meja. Melihat tanggal di pojok atas.

17 Juli.

Ia mengambil koran lain. Yang dipakai membungkus cabai di dapur. Kertasnya sudah berminyak.

17 Juli.

Ia mengambil buku agenda miliknya.

17 Juli.

Ia membuka buku catatan Ibu di meja makan.

17 Juli.

Tulisannya sama. Tanggalnya sama. Semua sama.

Ia mulai bernapas lebih cepat.

"Tidak..."

Lihat selengkapnya