My Judgemental Sisters

Hana Firya Putri Arimbi
Chapter #6

BAB 5

“Hari ini aku naik motor aja, Bun. Jadi kalo Bunda mau pergi sama adek-adek, bisa pake mobil,” kata Ilham sambil membenarkan jam tangannya.

Ratna mengangguk, lalu tersenyum melihat putranya. “Kamu keren banget, deh.”

Ilham sontak menoleh, kaget. “Bunda ….”

Ratna tersenyum geli sambil membenarkan kemeja lengan pendek berwarna jingga yang dipakai Ilham. Hari ini putranya memang terlihat lebih cerah—karena penampilannya. Atasan kemeja jingga dengan dalaman kaus putih dan celana panjang berwarna cokelat muda. Ilham juga membawa topi berwarna kuning sebagai aksesori.

Have fun, ya? Bunda ikut seneng kalo liat anak-anak Bunda seneng,” ucap Ratna.

Tidak jauh di belakang mereka, Dewi dan Sinta memerhatikan. Mereka diam saja, tapi sebenarnya ingin mengatakan banyak hal. Namun, akhirnya Sinta hanya bertanya satu hal.

“Acaranya selese jam berapa, Kak?”

Ilham beralih melihat Sinta. “Kalo di-rundown sampe jam sepuluh malem, sih.”

“Sepuluh malem?!” Sinta dan Dewi tampak terkejut, membuat Ilham tertawa geli saat melihat ekspresi kedua adiknya.

“Namanya juga event kampus—lagian biasalah kalo selese malem,” kata Ilham sambil berjalan mendekati Sinta dan Dewi karena sekarang raut wajah mereka tampak berubah, tidak setenang sebelumnya.

Ilham menepuk puncak kepala kedua adiknya sambil menyunggingkan senyum. “Mau dibawain oleh-oleh apa? Jeruk?” Ilham meledek dan berhasil membuat kedua adiknya hanya berdecak sebal.

><><><

Suasana di lapangan utama kampus hari ini benar-benar berubah. Biasanya lapangan itu digunakan untuk upacara hari-hari besar atau saat penyambutan mahasiswa baru. Namun, hari ini lapangan itu berubah dengan banyaknya dekorasi dan properti untuk kebutuhan acara.

Selamat datang!

Hari ini bakal banyak agenda seru!

Yang ngerasa tenggorokannya kering, bisa langsung ke stand minuman, ya!

Banner besar terpasang di dua pohon yang berdiri di area depan lapangan sekaligus difungsikan sebagai pintu masuk. Banner bertuliskan “FESTIVAL JERUK JINGGA” dengan warna cerah, campuran jingga, kuning, dan sedikit hijau yang benar-benar menggambarkan ‘jeruk’.

Beberapa panitia dengan pakaian seragam tersebar. Ada yang berdiri di area depan untuk menyambut orang-orang, ada yang bersiap di dekat panggung, ada juga yang memilih duduk karena merasa tugasnya sudah selesai.

Ternyata memang ada tujuan di balik dipilihnya konsep ‘jeruk’ untuk acara tahunan ini. Karena mereka ingin setiap orang yang memilih datang ke acara itu juga bisa merasakan segar dan hangatnya suasana di acara itu. Intinya, hari ini adalah hari para mahasiswa bisa rehat sebentar dan hanya melakukan hal-hal yang menyenangkan.

“WOW! Kita kayak anak kembar,” kata Bimo ketika melihat kedatangan Ilham yang baru memasuki area acara. Berbeda dengan Bimo, Ilham terlihat malu sambil menurunkan topi yang dipakainya untuk menutupi wajah.

“Ck. Kenapa beneran sama gini, sih??” tanya Ilham pelan sambil melihat ke sekeliling.

“Ya kan emang kita udah janjian,” balas Bimo sembari menarik lengan Ilham agar bisa mendekat. Laki-laki itu sudah menyiapkan ponselnya.

Lihat selengkapnya