My Judgemental Sisters

Hana Firya Putri Arimbi
Chapter #18

BAB 17

“Wah! Gue ikut seneng dengernya, Ham!”

Ilham sontak membulatkan matanya seraya menginjak kaki Bimo karena reaksi laki-laki itu sangat berlebihan. “Bim. Masih di kampus, astaga ….”

Bimo yang baru menyadari perbuatannya hanya bisa tersenyum malu. “Sorry-sorry. Namanya orang seneng, Ham,” kata laki-laki itu.

Namun, Ilham tidak bisa menyembunyikan senyumnya setelah itu. Karena jujur, dia juga sangat merasa senang. “Ya masih ada satu permasalahan lagi yang lagi gue pikirin, Bim … nyari waktu yang pas buat nemuin Anggun sama ketiga adek gue,” ucap Ilham.

“Nah, itu. Lo harus bener-bener ngerasa ‘sekarang waktu yang pas, nih’. Soalnya gue ngerasa banget kalo kalian udah ibaratnya, ya … dikasih lampu kuning alias harus hati-hati,” kata Bimo diakhiri tawa geli sembari memakan burgernya.

Ilham tertawa. “Hahaha … lampu kuning, nggak tuh.”

Pandangan Ilham kemudian turun ke meja ketika melihat ponselnya menyala. Laki-laki itu mengambilnya. Ternyata ada pesan masuk dari Anggun. Senyum di wajah Ilham kembali terukir.

Anggun

Haiii

Lagi apa, kamu?

Me

Lagi di kantin

Kamu?

Anggun

Udah di rumah, nih

Tadi diajak anak-anak nongkrong

Tapi males, hehehe

Me

Berarti lagi nyatai aja, dong

Anggun

*emoji ngangguk

Ilham langsung tertawa pelan setelah membaca balasan Anggun. Bimo sampai melihat ke tempat laki-laki itu, tapi Ilham tidak sadar kalau reaksinya berhasil mengundang perhatian.

Tau, deh yang lagi bucin, batin Ilham sambil geleng-geleng kepala.

Anggun

Makin ke sini aku makin degdegan, deh

Tiba-tiba jadi takut pas nanti akhirnya ketemu langsung sama keluarga kamu

Gimana, dong Haaam

Me

Aku juga lagi bingung

Enaknya kapan, ya?

Menurut kamu kapan?

Lihat selengkapnya