My Silence Brought Me to You

ravella han
Chapter #3

3. Customer

Satu bulan telah berlalu, dan Nala menjalani hari-harinya yang saat ini berkuliah di Jogja. Tepatnya di Yogyakarta Internasional Medical University, di salah satu fakultasnya-yaitu, Kedokteran.


"Ospek kelar, tapi ternyata gak sampai situ aja. Capeknya makin kerasa, apalagi praktikum-praktikum," ucap Nala kala baru dari keluar dari kamar mandinya, ia baru saja mandi setelah berada di kampus hampir seharian penuh.


Pulang di sore hari yang mulai gelap, adalah hal biasa baginya saat ini.


"Semoga kuat sampai akhir, yuk bisa! Ini pilihan gue, cita-cita gue sedari dulu, yakali ngeluh-ngeluh," ucapnya lagi seraya stretching-merentangkan tangannya ke depan lalu memiringkan kepalanya ke kanan dan kiri untuk melemaskan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal sekali.


Nala kemudian beranjak dari posisinya duduk di tempat tidur, beralih ke meja belajarnya dan duduk di kursi yang berada di depannya.


Ia membuka laptopnya. "Mulai ngerjain tugas lagi," gumamnya yang lalu memakai kacamatanya.


Nala mengerjakan tugasnya dengan tenang dan fokus, ia memang menyukai materi jurusan kuliahnya. Maka dari itu, ia tak ingin banyak mengeluh-karena ini, memang pilihan dan kesukaannya semenjak dulu yang kini sudah berhasil diraihnya.


Hingga beberapa jam berlalu, malam mulai larut dan menunjukkan pukul sepuluh malam. Nala mulai bosan, ia pun menscroll media sosialnya lewat ponsel.


"Gak ada yang baru. Gitu-gitu aja. Semua story orang pada nongkrong. Gue? Nanti dulu, belum sempat," ucapnya sendiri.


Ibu jarinya beralih memencet tanda kaca pembesar di bagian bawah aplikasi instagramnya, setelahnya menggulir bagian explore page dan melihat-lihat yang menurutnya menarik di sana.


"Cantik banget, ikan sama akuariumnya," gumamnya.


"Eh, bentar." Ia memencet selengkapnya bagian caption postingan untuk membacanya lebih lengkap.


"Reyquarium Hias kini telah hadir di Yogyakarta, sebagai cabang pertama setelah pusatnya yang berlokasi di Jakarta," Nala membaca caption postingan itu.


"Asik juga nih di Jogja," ucapnya.


Setelahnya, ia membuka profil instagram tersebut karena tampaknya penasaran.


"Cantik-cantik banget ikannya, akuariumnya juga. Jadi pengen beli. Kreatif banget sih ownernya," ucap Nala sendiri sembari terus menscroll banyaknya postingan ikan dan akuarium di akun tersebut. "Kelihatannya, ikannya juga sehat-sehat banget. Warnanya cantik-cantik." 


"Kayaknya lumayan nyegerin mata, kalau gue beli. Tapi... apa gue sempet buat pergi?" Nala tampak berpikir.


Selanjutnya, Nala kembali ke bagian paling atas akun tersebut untuk hendak melihat bio dan yang lainnya.


"Seriusan bisa delivery order?" Ia sedikit terheran dan tak percaya, setelahnya memencet link yang terdapat di sana.


"Serius?" Nala tampak bertanya-tanya setelah membuka link tersebut dan terdapat beberapa pilihan untuk memesan jika ingin delivery order.


Nala memencet bagian ikon whatsapp di halaman link tersebut, kemudian secara otomatis membawanya ke aplikasi whatsappnya.


"Oke juga. Di sini dikasih pilihan biar jelas juga ya?" ucap Nala kala melihat akun whatsapp bisnis itu menampilkan banyaknya gambar ikan dan akuarium.


"Chat malem-malem, apa gapapa? Gapapa deh, lagian bukan dosen atau guru juga," ujar Nala.


Jemarinya mulai mengetikkan pesan di sana setelah memilih yang akan dibelinya.


Hazel Nala: Permisi Kak, ini beneran bisa delivery order kan ya?


Hazel Nala: Aku mau beli dong, maaf ini chatnya malam-malam.

Lihat selengkapnya