My Silence Brought Me to You

ravella han
Chapter #4

4. Paket akuarium

Esok harinya. Belum genap jam delapan pagi, Reynand sudah di gerai tempat cabang usaha ikan dan akuariumnya yang berada di kota ini.


"Lo beneran Bang, mau nganterin sendiri ini delivery order?" tanya Seno.


"Bener," jawab Reynand yang sudah hendak mengangkat sebuah akuarium yang memang telah dipersiapkan, karena itu adalah pesanan Nala.


Tentunya Reynand kemarin sudah mempersiapkannya sendiri dengan sepenuh hati. Menghias akuarium dengan amat sempurna dan kreatif, serta memilihkan ikan yang paling bagus. Semuanya dipersiapkannya, demi Nala.


"Tumben, Rey. Apa gapapa? Gak enak, masa ownernya yang nganter langsung ke tempat customer, padahal punya karyawan," ujar Resa.


"Santai aja, lo berdua kerja aja yang bener di sini. Layanin pelanggan yang dateng dengan sepenuh hati, jangan setengah-setengah. Nanti kalau sempet, gue ke sini lagi buat ngehias lagi. Kalau gak, ya besok lagi," kata Reynand.


"Customernya cowok apa cewek, Bang? Akuariumnya cantiknya beda gitu kata gue," ujar Seno memperhatikan akuarium di hadapan Reynand.


"Gimana gak cantiknya beda? Kemarin aja Reynand persiapinnya kayak detail banget gitu, mayan lama lagi daripada biasanya," sahut Resa.


"Cewek," jawab Reynand menjawab pertanyaan Seno tadi.


"Widih, cantik ya?" tanya Seno curiga.


"Cantik," jawab Reynand apa adanya.


"Waduh, kasus lo, Rey. Naksir customer sendiri jangan-jangan? Jarang-jarang seorang Reynand, selama ini jomblo mulu," ujar Resa.


"Iya jangan-jangan bener kata Mba Res tuh, Bang. Lo naksir customer kita ceritanya?" giliran Seno bertanya lagi, kali ini tampak terkejut setelah mendengar ujaran Resa.


"Sok tau lo berdua, udah gue mau otw ke tempat si customer. Jaga baik-baik tempat ini dan seisinya, selama gue gak dateng," ucap Reynand yang lalu berlalu lalang dari dua karyawannya itu sembari mengangkat sebuah akuarium di tangannya.


***


Reynand turun dari mobilnya, menatap gedung di hadapannya. Ia saat ini telah sampai di depan sebuah bangunan kost putri-tempat customernya tinggal.


"Cari siapa, Mas?" tanya satpam yang berada di sana. "Pacarnya ya?"


Belum sempat Reynand menjawab, seorang gadis turun dari tangga kost itu.


"Ohh, pacarnya Mba Nala?" ujar satpam itu kala melihat Nala mendekat.


Nala tampak terkejut. "Ehh, bukan Pak. Ini saya baru aja pesan ikan hias sama akuariumnya. Delivery order, Pak. Daripada jauh-jauh pergi ke tempatnya langsung kan, waktunya susah," katanya.


"Ohh, tukang paket si Masnya ini," ujar tukang satpam memperhatikan Reynand, setelahnya kembali ke tempatnya di pos satpam.


Reynand yang masih berada di depan mobilnya itu pun juga barusan tercengang, setelahnya tersadar dan melihat ke arah Nala yang sudah tengah memerhatikannya dengan tatapan seperti bingung.


"Maaf, ini yang dari Reyquarium ya?" tanya Nala.


"Iya, benar. Sebentar ya, saya ambilkan dulu. Ikan sama akuariumnya masih di bagasi," kata Reynand yang lalu berjalan menuju bagasi mobilnya-membukanya, dan setelahnya berbalik sambil membawa sebuah akuarium cantik yang terdapat ikan-ikan di dalamnya.


Nala menerima akuarium itu beserta ikan yang ada di dalamnya dari tangan Reynand. "Oh iya, ini totalnya 800.000 kan ya, Mas? Barusan udah aku transfer." ucapnya. "Ini bukti transfernya." Ia memperlihatkan bukti transfer di ponselnya kepada Reynand.


"Kenapa buru-buru banget transfernya?" tanya Reynand dengan tidak sadar.


"Hah, maksudnya gimana, Mas?" Nala bingung.


Reynand pun setelahnya langsung tersadar dan tampak gelagapan. "A- maksudnya... Mba Nala gak nungguin saya dulu, takutnya ikan sama akuariumnya gak jadi dateng. Gitu, Mba." katanya, cepat-cepat klasifikasi.


"Oh itu, gapapa kok. Lagian aku juga udah tau Reyquarium dari lama. Terpercaya, kan? Ini buktinya beneran dianterin," kata Nala.


"Padahal gue mau bilang, kalau Nala gak perlu bayar. Ada diskon besar-besaran hari ini, tapi udah keburu dia bayar," batin Reynand.


"By the way, kok kayak pernah lihat ya?" ucap Nala memperhatikan Reynand. "Masnya kerja di Reyquarium?"


Reynand tampak berpikir, ia sebenarnya juga menahan senyum mati-matian semenjak tadi karena bisa bertemu sedekat ini dengan Nala.


"Kebetulan punya saya sendiri, Mba," jawab Reynand. 

Lihat selengkapnya