My Silence Brought Me to You

ravella han
Chapter #6

6. Resmi.

Satu minggu telah berlalu, kali ini tentu saja seperti biasa jika Nala tengah berada di kampusnya. Gadis itu baru saja sibuk dengan praktikumnya bersama teman-teman dan dosennya, di laboratorium kedokteran tentunya.


"Nal, lo langsung pulang?" tanya temannya-Aurel saat melihat Nala sudah tengah terburu-buru selepas mereka selesai praktik.


"Eh iya nih, kalian gak langsung pulang?" Nala bertanya balik.


"Pulang kok, tapi lo kelihatan buru-buru amat. Biasanya juga santai, abang gojeknya udah nyampe dan gak sabaran ya?" kata temannya yang satu lagi-Bunga. "Padahal lo bisa nunggu gue, sama-sama naik gojek anjir."


"Eh, eumm... gak sama gojek sih," kata Nala lalu menggaruk tengkuknya.


"Orang tua lo, lagi ke sini ye?" tanya Aurel.


"Ekhm, Mama sama Papa gue belum sempet ke sini," jawab Nala. "Paling kayaknya nanti gue yang langsung pulang sendiri ke Jakarta."


Kedua teman Nala tampak saling pandang setelah mendengar jawabannya, kemudian tak lama dari itu mereka melihat seseorang yang berdiri di dekat gedung ini. Posisi mereka yang sudah berada di luar laboratorium, membuat mereka dapat dengan jelas melihat satu-satunya orang selain mereka di area ini.


Orang itu-Nala melihatnya. Reynand. Pemuda tampan itu telah menatap ke arahnya. Nala sampai membatin dengan terheran, 'kok dia ke sini sih? Gak nungguin aja di parkiran'.


"Ih asik, lo kenal sama cowok itu?" tanya Aurel karena sadar Nala dan cowok yang kini mereka lihat tengah bertatapan.


"Dijemput cowok?!" Bunga pun tampak heboh. "Astaga Nala! Baru beberapa bulan masuk kuliah, udah dapet cowok aja?!"


"Eh apaan sih kalian! Ya udah ya, gue duluan," kata Nala yang kemudian berlalu dari dua temannya itu.


Nala yang masih memakai jas snellinya itu tampak sedikit berlari menghampiri Reynand. "Rey, kok di sini, sih? Kamu ngapain? Harusnya tunggu aja di sana, gak usah repot-repot ke sini, kan jauh jalannya, jadi gak enak akunya," kata Nala pada Reynand.


"Aku cuma mau lihat-lihat aja kok, sekalian, maaf ya. Kamu ngerasa gak nyaman ya?" ujar Reynand.


"Eh bukan, gapapa kok! Aku yang gak enak, malah kamu yang ke sini," kata Nala.


"Mobil aku ada di sana," kata Reynand yang lalu berjalan bersama Nala.


"Maaf ya, kamu repot banget jemput aku," kata Nala.


"Kenapa maaf terus, sih?" Reynand hampir terkekeh memandangi gadis itu. "Kan aku yang nawarin."


Tadi itu... memang Reynand yang awalnya mengirim pesan pada Nala-menanyakan gadis itu apakah masih di kampus dan belum pulang ke kosnya? Dan ternyata benar, Reynand pun menawari Nala apakah bersedia untuk pulang bersamanya.


Reynand: Nala


Reynand: Kamu masih di kampus?


Nala merasakan getaran dari ponselnya yang ditaruhnya di saku, ia pun mengambil itu dan melihat jika ternyata ada notif di sana.


"Reynand," gumamnya yang lalu membuka notif itu dan mengetikkan balasan.


Nala: Iya, masih ada praktikum satu lagi. Kenapa Rey?


Reynand: Satu lagi? Selesai jam berapa?


Nala: Jam 5an kali ya


Reynand: Kamu pulang sama gojek lagi?


Nala: Iya, biasanya juga gitu


Reynand: Mau sama aku sekalian gak? Kebetulan, aku jam segitu juga mau balik nanti dari resto


Nala: Jangan Rey, Solene ke sini kan gak satu arah, jauh lagi


Reynand: Gak kok, nanti aku jemput kamu ya buat pulang sama aku


Reynand: Daripada gojek terus


Reynand: Send lokasi kamu Nal

Lihat selengkapnya