My Sweet Enemy

Yuli Yastri
Chapter #4

Bab 4

‎"Astoge, gue kira absurd kalian udah sembuh, ternyata malah makin parah!" Mesya berkacak pinggang.

‎"Maaf, Sya, kita susah membedakan antara elu sama pohon palm, soalnya sama-sama cungkring," cetus Mikaila yang hampir di-smack down oleh Mesya.

‎"Elu berdua emangnya enggak kangen, ya, sama gue? Baru aja ketemu udah ngajak ribut!" Mesya mendengus.

‎"Kangen, dong, gue kangen nyolong mangga bareng sama elu." Suci langsung memeluk gadis berkulit putih itu.

‎"Huh ... dasar!" Mesya tertawa. Namun, tiba-tiba wajahnya berubah serius. "Eh, iya, kalian tahu gak, sih, si Azfar pindah rumahnya ke mana?"

‎"Pindah rumah? Kata si Akmal dia enggak pindah, tapi dia tinggal di rumah tantenya." Suci langsung menjawab.

‎"Oh, gitu, ya. Terus elu berdua punya nomor kontak dia, gak?" Mesya kembali bertanya.

‎Suci dan Mikaila seketika menggelengkan kepala berjamaah. "Kita lupa enggak minta nomor kontaknya sama Si Akmal."

‎"Hmmm ... ya udah, deh, kirain tau." Mesya membuang napas berat.

‎"Elu kenapa? Kok, tiba-tiba pengen punya kontaknya si Azfar? Jangan-jangan—

‎"Jangan-jangan apa?" Mesya dengan cepat memotong ucapan temannya. "Gue cuma pengen minta maaf sama dia, karena dulu waktu SMP gue udah nuduh dia sampai menamparnya, padahal dia enggak salah apa-apa."

‎"Oh ...." Mikaila dan Suci manggut-manggut sambil saling pandang seolah tidak percaya dengan ucapan Mesya.

‎"Heh, gue serius, loh, cuma mau minta doang sama dia." Mesya menegaskan.

‎"Iya, iya, kita percaya." Kedua temannya kembali manggut-manggut sambil menahan tawa.

‎***

‎Sebenernya dulu Azfar bingung karena tiba-tiba muncul perempuan paruh baya yang mengaku sebagai tantenya dan membawa dirinya bersama sang kakak ke rumahnya untuk tinggal di sana.

‎Suatu hari ketika anak itu dan kakaknya sarapan bersama keluarga sang tante, ia memberanikan diri bertanya, "Maaf. Apa Tante Salwa itu benar-benar tante kami? Soalnya kami baru melihat Tante sekarang."

Lihat selengkapnya