My Sweet Enemy

Yuli Yastri
Chapter #6

Bab 6

"Dok, cepat selamatin pasien dan bayinya," ucap si perawat dengan panik.

"I–iya, ayok kita lakukan tindakan sekarang!" Mesya dengan cepat mengambil masker dan sarung tangan medis, lalu memakainya.

Sementara itu, Azfar disuruh menunggu di luar ruangan, sedangkan Mesya langsung berusaha mengeluarkan bayi yang ada di perut pasien.

Di luar, Azfar menunggu dengan perasaan yang campur aduk dan harap-harap cemas. Ia duduk sambil memegang tas milik pasien perempuan yang dibawanya ke rumah sakit itu.

Tidak lama berselang, suara tangisan bayi terdengar dari dalam ruangan. Azfar pun seketika menghela napas lega sembari mengucap kalimat hamdalah dalam hati.

Perawat kemudian menyuruh pemuda berperawakan tinggi dan tegap tersebut untuk masuk ke ruangan. "Selamat ya, Mas, bayinya sehat dan ibunya juga selamat."

Azfar malah bengong. Ia lalu disuruh mengadzani bayi itu. Pemuda tersebut hanya mengangguk dan meraih bayi dari tangan perawat, sebelum akhirnya diadzani.

Kemudian, bayinya diberikan kepada ibunya untuk disusui. Setelah itu, Azfar ke luar dari ruangan, disusul oleh Mesya yang berniat ingin meminta maaf atas perlakuannya dulu kepada pemuda tersebut.

"Azfar!" panggilnya ragu.

Azfar spontan menoleh dan menjawab singkat, "Iya."

"Elu masih ingat sama gue, 'kan?" tanya Mesya sambil tersenyum ramah. Biasanya ia tidak pernah tersenyum kepada pemuda itu.

"Iya." Azfar kembali menjawab singkat. Ekspresi wajahnya datar.

Mesya lalu menggaruk kepalanya. Ia bingung harus mulai dari mana agar bisa meminta maaf kepada pemuda itu. Gadis tersebut terlalu gengsi untuk langsung mengatakan kata maaf.

"Hmm ... perempuan yang ada di dalam sana itu istri elu, ya? Selamat, elu sudah menjadi seorang ayah." Mesya malah berbasa-basi. Ia mendadak canggung.

Belum sempat Azfar menjawab pertanyaan dari gadis itu, seorang pria tiba-tiba berlari ke arah mereka dengan panik. "Dok, di mana istri saya? Apa dia baik-baik saja?"

"Abang suaminya perempuan yang tadi mengalami kecelakaan, ya? Alhamdulillah istri Abang sama anak Abang selamat. Luka istri Abang tidak parah, hanya memar saja di bagian kaki. Oh, iya, ini tas milik istrinya. Tadi saya tidak sengaja melihatnya keserempet motor, jadi saya langsung membawanya ke sini," ungkap Azfar seraya memberikan tas selempang milik pasien.

"Alhamdulillah. Terima kasih banyak, Mas, semoga kebaikan Mas dibalas oleh Allah SWT," ucap pria berkemeja putih itu dengan tulus sembari memegang pundak Azfar. Matanya tampak berembun.

"Dengan senang hati, Bang." Azfar menyatukan kedua telapak tangannya.

Setelah itu, pria tadi masuk untuk melihat kondisi istri dan anaknya yang baru saja lahir ke dunia. Mesya pun tersenyum melihat kebahagiaan keluarga pasien.

Lihat selengkapnya