My Sweet Enemy

Yuli Yastri
Chapter #8

Bab 8

Ketika mereka sedang menikmati makanan yang tersaji di meja, ada dua perempuan bertubuh ramping masuk ke restoran tersebut.

Azkiya kemudian menyikut Syifa yang berada di dekatnya. "Syi, itu si Selly sama si Risma yang suka bully kita di kampus bukan, sih?"

Syifa berhenti makan, lalu melihat ke arah dua perempuan yang dimaksud oleh sang teman. Ia pun langsung mengangguk yakin.

"Iya, bener. Gue masih kesel sama mereka berdua karena suka ganggu gue." Syifa memegang erat sendok di tangannya.

Masih jelas di ingatan Syifa ketika ia masih duduk di bangku kuliah. Selly dan Risma tidak henti-hentinya mengganggu bahkan membuat dirinya hampir ingin keluar dari kampus.

Dulu, ketika Syifa dan Azkiya sedang sibuk belajar di perpustakaan, Selly malah dengan sengaja melempar kertas yang ia gulung ke arahnya dan ke arah temannya berkali-kali.

Azkiya yang kesal langsung menghampiri Selly dan berkacak pinggang di hadapannya. "Heh, jangan mentang-mentang kamu anak orang kaya, kamu bisa memperlakukan orang lain seenaknya."

Selly tersenyum miring, lalu melipat kedua tangannya di depan dada. "Siapa lu? Berani banget ngomong kayak gitu sama gue!"

"Enggak penting siapa gue, yang penting gue mau elu berhenti mem-bully orang lain!" tegas Azkiya dengan mata menyorot tajam.

Selang beberapa menit, Hasan menghampiri perempuan tersebut dan mengajaknya pergi. "Az, udah ... elu jangan berurusan sama dia kalau enggak mau dikeluarin dari kampus ini."

"Bener, tuh, apa kata temen lu, mending elu pergi sana, mumpung kita lagi berbaik hati. Kalau tidak, gue pastiin elu pasti di DO dari sini!" ancam temannya Selly yang bernama Risma.

"Emangnya elu berdudjsklajasjkekk jkajay." Mulut Azkiya spontan ditutup oleh Syifa, sehingga suaranya menjadi tidak jelas, lalu ia ditarik ke luar dari ruangan itu, disusul oleh Hasan.

"Aduh ... apaan, sih, lu? Lepasin!" Azkiya menepis tangan sang teman sambil menggerutu dengan bibir mengerucut.

"Dengerin gue dulu. Elu ingat, 'kan, tujuan elu kuliah di sini buat apa? Elu mau jadi dokter spesialis jantung agar bisa mengobati ibu lu sendiri yang punya penyakit jantung dan mengobati semua orang yang punya penyakit serupa sama ibu lu. Gue juga sama pengen jadi dokter biar bisa bikin bangga orang tua, jadi lebih baik kita fokus sama tujuan kita aja, daripada membuang energi cuma-cuma buat mereka yang suka ganggu kita. Bukan maksud gue membenarkan perbuatan mereka, tapi gue mending fokus sama diri sendiri biar hidup tenang," tutur Syifa panjang kali lebar, kali tinggi.

"Gue setuju sama Syifa. Anggap aja mereka ulet pete!" cetus Hasan asal jeplak.

Azkiya akhirnya diam. Ia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya yang sempat emosi karena ulah Selly dan Risma.

Keesokan harinya, kedua gadis anak orang kaya itu masih sama seperti biasa mengganggu mahasiswa/mahasiswi lain dan menjadikan mereka seperti pelayan.

Lihat selengkapnya