Blurb
Aku selalu senang menganalisa perilaku orang-orang di sekitarku. Aku senang berkomunikasi dengan siapa saja. Meskipun sahabatku hanya berjumlah dua orang, tapi jika ada orang lain atau orang asing yang mengajakku mengobrol, maka aku akan terbuka. Tapi semenjak aku mengenal lagi pria itu, dia membuatku menjadi seorang yang pendiam, ragu dan menganggap bahwa pria itu tidak lagi sama seperti yang dulu. tapi, apa penyebabnya?
Seiring dengan berjalannya waktu, aku salah menilai. Tidak semua perilaku seseorang akan dengan niat yang baik. Seseorang yang dengan sikap manipulatif yang besar, akan selalu menghadirkan kebohongan yang berulang, berulang, dan menjadi sebuah kebiasaan.
Jika saja kebohongan masih dapat ditoleransi, mungkin memaafkan dapat mudah. Tapi kebohongan yang sudah menjadi kebiasaan, tidak dapat disangka akan mengubah dan menghancurkan hidup orang lain.