Nadi dan Vena: Apakah Sebuah Rahasia Akan Menjadi Penghalang Bersatunya Dua Hati?"

ZRCantik
Chapter #4

Beban Pikiran Dan Tekanan

Di tengah hiruk pikuk jalanan Balikpapan yang mulai dipadati kendaraan pulang kerja, mobil Ferdi melaju perlahan. Langit jingga senja mulai memudar, digantikan oleh semburat gelap. Pikirannya masih dipenuhi percakapan dengan Richard, sahabatnya, siang tadi. Permintaan Richard tentang dana untuk pengobatan orang tuanya dan mertuanya, ayah Farhana, terus berputar di benaknya.

"Apakah nanti Farhana mau menerima usulan dari Richard?" gumam Ferdi dalam hati, setir digenggamnya erat. "Kira-kira nanti Farhana mau enggak ya menerima usulan dari Richard? Tapi bagaimana nanti jika Farhana tidak mau menerimanya?" Rasa cemas mulai menyelimuti.

"Jujur, aku pun sebenarnya berat untuk melakukan ini, dan rasanya aku tak tega menukar darah dagingku sendiri dengan anak orang lain, walaupun itu adalah anak sahabatku. Tapi mau bagaimana lagi? Kondisinya cukup mendesak. Aku sedang butuh dana untuk pengobatan ayah mertuaku. Semoga saja Farhana mau menerimanya dan mau memakluminya. Toh ini juga untuk ayahnya, pengobatan ayah kandungnya." Ferdi menghela napas berat.

"Sebenarnya aku tak tega melakukan ini. Tapi mau bagaimana lagi? Aku juga sangat butuh untuk pengobatan ayah mertuaku. Rasanya aku tak tega melihat kondisi beliau seperti itu. Dan aku juga kasihan dengan ibu mertuaku yang pontang-panting ke sana kemari, bekerja keras untuk mencari pengobatan untuk ayah." Bayangan wajah mertuanya yang sakit terlintas di benaknya. "Semoga ketika nanti aku sudah... semoga saja Richard bisa menepati janjinya jika nanti Farhana bisa menerima usulan darinya. Tapi bagaimana jika Farhana tidak menyetujuinya? Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus tega dan nekat melakukan? Ah, tidak! Membayangkannya saja aku tidak sanggup!" Ferdi menggelengkan kepala, berusaha mengusir pikiran mengerikan itu

Lihat selengkapnya