Beberapa menit kemudian, jarum jam menunjukkan pukul dua siang yang terik di kota Puspa Indah, sebuah kota yang dikelilingi perbukitan hijau. Ibu Marta pun sampai di rumah, langkahnya sedikit tergesa. Tak lupa sebelum memasuki rumah sederhana mereka, Ibu Marta mengucapkan salam, “Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam,” jawab Hana dari dalam rumah, suaranya terdengar lembut.
Hana pun menengok ke luar, melihat Ibu mertuanya yang baru pulang. “Eh, Ibu, beli apa tadi di warungnya Bu Wenny?” tanyanya sambil tersenyum.

“Ini, Nduk, Ibu beli bahan-bahan. Sama tahu tempe buat bikin sambal goreng orek, kesukaan suamimu, Ferdi,” ucap Ibu Marta sambil mengangkat kantong belanjaan.
“Oh, sini, Ibu, biar Hana yang bawa ke dapur. Ibu sekarang lebih baik mandi dulu, bersih-bersih. Biar nanti Hana yang mengolah bahan makanannya,” tawar Hana sigap.