Naka Wulang

Ntalagewang
Chapter #17

Pupus

Sejak hari di UKS itu, semuanya berubah, tanpa benar-benar berubah.

Naka tidak pernah bilang apa-apa. Wulan juga tidak. Tidak ada status. Tidak ada pengakuan. Tapi semua orang bisa merasakannya, jika mereka berdua memiliki sebuah hubungan spesial yang mereka sendiri tidak bisa mengakuinya.

Naka selalu ada satu langkah di belakang Wulan saat turun tangga. Wulan selalu otomatis menoleh saat Naka tidak ada di kelas. Catatan mereka kini sering tertukar tanpa perlu diminta. Naka dan Wulan selalu hadir, saat salah satu dari mereka sedang membutuhkan.

“Kalian sudah jadian?” tanya seorang teman iseng.

“Tidak,” jawab mereka hampir bersamaan. Mereka menjawab dengan kompak, tetapi saling menatap satu sama lain, seakan memastikan jawaban yang mereka katakan.

Yang lain hanya tertawa kecil. Semua tahu, walaupun mereka tidak mengakuinya. Jika di katakan sebagai seorang teman tapi mesra, ini lebih dari itu.

"Yakin kalian berdua belum jadian?" Nelly memastikan, tentu saja dia membutuhkan informasi yang valid sehingga dia bisa menyebarkan info tersebut, "walaupun kalian berdua membantah, kita tau kok kalian berdua sudah pacaran."

Yani menarik Nell menjauh dari Wulan, dia tidak mau Wulan merasa terganggu dengan ucapan Nell.

Jonathan mengamati dari jauh. Kali ini tanpa senyum jahil. Ia mundur pelan, memberi ruang yang tidak diminta tapi perlu. Dia tau Naka dan Wulan tidak bisa di pisahkan dan dia juga tidak mau menyakiti dirinya sendiri, mencintai dalam diam. Jadi dia melepaskan Wulan.

Namun justru di saat semuanya terasa tenang, ujian itu datang. Suatu sore, Wulan dipanggil ke ruang guru. Ketika ia keluar, wajahnya pucat, matanya berkaca-kaca. Ia seperti di kejutkan oleh sesuatu yang dia sendiri tidak pernah membayangkan akan terjadi.

Naka yang menunggu di depan kelas langsung berdiri. “Kenapa? kamu sakit? kamu kenapa menangis?”

Wulan menggeleng. “Nanti.”

Tapi “nanti” itu tidak pernah datang, Naka tidak pernah tau apa yang membuat Wulan seperti itu, bahkan saat dia mengantar Wulan pulang, Wulan tidak mengatakan apapun pada Naka.

"Kenapa Kakek sama Nenek tiba-tiba menyuruhku pindah Sekolah? kenapa tidak ada pembahasan sama sekali selama ini?" tanya Wulan sambil menangis.

"Kakek sama Nenek tau apa yang terjadi belakangan ini. Mulai dari hubungan kamu dengan Dion dan sekarang Naka. Kakek mendapatkan banyak sekali info dari orang-orang desa, kalau kamu dan Naka berpacaran setelah kamu menolak Dion."

"Pacaran? aku tidak berpacaran." Bantah Wulan.

"Nenek sudah pernah bilang agar kamu fokus sekolah. Pacaran hanya akan menganggu fokus kamu selama di Sekolah. Kamu tau betul, Nenek tidak akan mentoleransi masalah ini. Nenek juga tidak asal menuduh kamu pacaran tetapi buktinya memang sudah Nenek dapatkan."

Wulan terus menangis dan menjelaskan ke Nenek dan Kakeknya jika dia tidak berpacaran dengan Naka tetapi keputusan Kakek dan Nenek nya sudah tidak bisa di ganggu lagi.

Keesokan harinya, kabar itu menyebar cepat. Wulan akan pindah sekolah.

Dia akan keluar dari Kota Ruteng, tidak ada yang dapat info kemana dia akan pindah.

Lihat selengkapnya