Blurb
"Katamu, senja tak akan pernah sesakit ini, semua hal akan baik-baik saja kau akan selalu bersamaku. Tapi apa? Kau menghilang, dengan semua kenang yang kau tinggalkan," ucapku sembari menatap senja yang terasa penuh luka.
Meninggalkan dan ditinggalkan, adalah dua hal yang tak pernah bisa rencanakan sebelumnya. Nalara, berjuang keras untuk berdamai dengan hatinya. Namun, semesta lebih berencana menjatuhkannya lagi.
Belajar mengikhlaskan dan berusaha berdamai dengan hati. Perjalanan yang memang memakan tenaga dan pikiran. Bisakah Nalara bangkit? Waktu demi waktu pada akhirnya semesta punya rencana terbaik untuknya.
Ditambah lagi dengan keahliannya yang bisa melihat masa lalu dan masa depan hanya dengan menatap mata. Apakah semesta ingin mempermainkannya lagi?