BAB 5
Tanggal Pernikahan yang Diperdebatkan
Pasangan lanjut usia itu datang membawa dua tanggal pernikahan dan keyakinan bahwa pasangannya mulai kehilangan ingatan.
“Empat belas Mei,” kata Pak Jatmara.
“Tujuh belas,” kata Bu Lembayung.
“Empat belas.”
“Tujuh belas.”
Talika menatap buku nikah lama yang terbuka di meja.
Tanggal pencatatan: 14 Mei 1978.
Di sampingnya terdapat foto hitam putih pasangan tersebut. Pada bagian belakang foto, seseorang menulis 17 Mei 1978 dengan tinta biru yang sudah memudar.
“Kami ingin memperbaiki tanggal pernikahan di data,” kata Pak Jatmara. “Istri saya salah ingat.”
Bu Lembayung langsung memukul ringan lengan suaminya menggunakan gulungan koran.
“Saya tidak salah ingat. Kamu yang terlalu percaya buku.”
“Buku nikah dibuat hari kami menikah.”
“Dibuat tiga hari sebelum pesta.”
“Akadnya tanggal empat belas.”
“Bagi saya menikahnya tanggal tujuh belas.”
Talika mengatur kedua dokumen agar tidak saling menutupi.
“Data resmi mengikuti tanggal akad yang dicatat di buku nikah.”
Pak Jatmara tersenyum puas.
“Nah.”
Bu Lembayung menatap Talika.
“Mbak sudah menikah?”
“Belum.”
“Makanya.”
Talika terdiam.
Raganta yang duduk di meja pendampingan menunduk, tetapi bahunya bergerak menahan tawa.
Bu Lembayung menunjuk foto lama.
“Tanggal empat belas itu dia datang ke rumah bersama penghulu dan empat orang. Setelah akad, dia pulang lagi karena rumah kami belum siap.”
Pak Jatmara membela diri, “Adat keluarga.”
“Tanggal tujuh belas baru ada pesta. Saya pakai kebaya, keluarga datang, lalu saya dibawa ke rumahnya. Hari itu baru saya merasa menikah.”
“Perasaan tidak mengubah tanggal resmi.”
“Kalau begitu setiap tahun kenapa kamu kasih saya hadiah tanggal tujuh belas?”
Pak Jatmara terdiam.
Talika melihatnya.
Raganta juga.
Bu Lembayung tersenyum menang.
“Karena dia tahu.”
Pak Jatmara merapikan pecinya.
“Itu agar tidak bertengkar.”
“Empat puluh enam tahun kamu memberi hadiah hanya agar tidak bertengkar?”
“Berhasil, kan?”
“Kita sedang bertengkar sekarang.”
Raganta berdeham untuk menyamarkan tawa.
Talika menatapnya, lalu kembali kepada pasangan di depan meja.
“Apakah ada keperluan tertentu sehingga tanggal pada data ingin diubah?”
Pak Jatmara menyerahkan sebuah formulir program bantuan pasangan lanjut usia.